Jakarta, MI - Pemerintah mengaku sedang menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.
Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, Selasa (7/4/2026).
"Seluruh kebijakan (langkah) strategis ini diarahkan untuk menjaga ekonomi tetap kuat. Kita harus terus mengawal pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, dan kemakmuran sesuai arahan Presiden yang menargetkan pertumbuhan 8%," ujar dia.
Salah satu langkah utama adalah melakukan optimalisasi dan penataan ulang (refocusing) anggaran hingga Rp130,2 triliun.
"Anggaran tersebut dialihkan ke program-program yang dinilai lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat," jelas dia.
Selain itu, pemerintah juga mendorong efisiensi energi, salah satunya melalui kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini diharapkan bisa menghemat energi sekaligus menciptakan pola kerja yang lebih fleksibel.
Di sektor energi, pemerintah juga menyiapkan implementasi bahan bakar nabati B50 yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026.
"Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil," ungkap dia.
Airlangga menambahkan, perlunya kerja sama dan optimisme seluruh pihak dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan, agar target pertumbuhan tersebut bisa tercapai.

