Jakarta, MI - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menjadi perhatian Bank Indonesia (BI), karena sudah berada di atas Rp17.000 per USD. Hingga penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026), nilai mata uang garuda melemah 0,33% ke posisi Rp17.095 per USD.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti menjelaskan di tengah ketidakpastian global yang tinggi, menjaga stabilitas menjadi prioritas utama.
"Karena itu, Bank Indonesia akan memaksimalkan penggunaan berbagai instrumen operasi moneter serta kebijakan yang dimiliki untuk menjaga nilai tukar tetap stabil," kata dia dalam keterangan resminya.
Dia juga menegaskan BI akan terus aktif dan konsisten berada di pasar keuangan, baik di pasar spot, DNDF, maupun NDF di pasar offshore, dengan langkah yang terukur.
Di sisi lain, konflik di Timur Tengah membawa dampak ganda. Kenaikan harga komoditas bisa menjadi peluang bagi Indonesia sebagai negara eksportir, sehingga membantu menopang perekonomian dan meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

