Jakarta, MI - Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar, menyambut baik kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ia menilai langkah tersebut menjadi sinyal awal meredanya ketegangan geopolitik yang selama ini menekan pasar energi global.
Menurut Gunhar, meredanya konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi memberikan dampak langsung terhadap stabilitas harga minyak dunia.
"Ketegangan Iran-AS selama ini menjadi faktor utama lonjakan harga minyak global. Dengan adanya gencatan senjata, harga minyak berpotensi turun," katanya, Kamis (9/4/2026).
Gunhar menambahkan, stabilitas harga minyak sangat penting bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor energi. Jika harga minyak terkendali, beban subsidi energi dalam APBN dapat ditekan.
"Ini memberi ruang fiskal yang lebih sehat bagi pemerintah untuk mengalokasikan anggaran ke sektor produktif," ucap Gunhar.
Ia juga mengapresiasi keputusan pemerintah yang tetap menahan harga BBM di tengah tekanan global.
"Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM, meskipun di sejumlah negara tetangga sudah terjadi kenaikan. Ini menunjukkan keberpihakan pada daya beli masyarakat," tuturnya.
Meredanya ketegangan geopolitik, kata dia, dapat berdampak pada nilai tukar rupiah. Gunhar menilai, kondisi global yang lebih stabil dapat mendorong arus modal asing kembali masuk.
"Rupiah berpotensi menguat atau setidaknya lebih stabil karena sentimen pasar membaik," imbuhnya.
Dari sisi inflasi, Gunhar menjelaskan bahwa harga energi menjadi komponen penting. Oleh karena itu, stabilitas harga BBM dinilai dapat menahan kenaikan harga barang dan jasa.
"Jika harga energi terkendali, tekanan inflasi juga bisa dijaga," ungkapnya.
Lebih lanjut, dalam jangka menengah, Gunhar mendorong pemerintah memanfaatkan kondisi oversupply listrik nasional sebagai bagian dari transisi energi.
"Kelebihan pasokan listrik harus dimanfaatkan secara optimal. Penggunaan listrik sebagai energi alternatif, termasuk untuk transportasi dan industri, bisa mengurangi ketergantungan terhadap BBM," pungkasnya.

