Jakarta, MI - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA dengan prospek stabil untuk PT Telkom Indonesia (Persero) (TLKM) dan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2015. Pernyataan ini disampaikan Pefindo melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurut Pefindo, peringkat ini mencerminkan kemungkinan yang sangat tinggi adanya dukungan dari pemerintah sebagai pemegang saham pengendali.
Profil kredit berdiri sendiri TLKM mencerminkan posisi bisnisnya yang superior dengan bisnis yang terdiversifikasi dan jaringan yang luas, serta profil keuangan yang sangat kuat, tetapi dibatasi oleh eksposur terhadap perubahan makroekonomi dan perubahan teknologi.
Peringkat idAAA dapat diturunkan jika terjadi penurunan signifikan dalam dukungan atau hubungan dengan pemerintah, bersamaan dengan melemahnya posisi bisnis TLKM. Risiko penurunan peringkat juga muncul jika TLKM menambah utang jauh di atas proyeksi tanpa diimbangi pertumbuhan pendapatan yang memadai, sehingga melemahkan kondisi keuangan perusahaan.
Pada kuartal tiga 2025, Telkom mencatat laba periode berjalan senilai Rp 20,59 triliun, turun dibandingkan Rp 23,02 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham tercatat Rp 159,33, lebih rendah dari Rp 178,42 pada 2024.
Pendapatan konsolidasi TLKM hingga September 2025 mencapai Rp 109,62 triliun, lebih rendah dari Rp 112,22 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan tersebut diikuti dengan penurunan laba usaha menjadi Rp 29,17 triliun dari sebelumnya Rp 32,45 triliun. Hal ini seiring meningkatnya sejumlah beban operasional, antara lain beban karyawan sebesar Rp 11,90 triliun dan beban penyusutan serta amortisasi sebesar Rp 25,07 triliun.
Selain itu, TLKM mencatat pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp 75 miliar dan keuntungan selisih kurs Rp 137 miliar, yang turut membantu menopang kinerja operasional. Setelah memperhitungkan biaya pendanaan, pajak kini, dan pajak tangguhan, laba periode berjalan TLKM tercatat Rp 20,60 triliun hingga akhir September 2025.
Muhammad Wafi, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), menilai PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk masih menyimpan prospek jangka panjang meski kinerja keuangan tahun berjalan tertekan. Ekspansi data center yang agresif, perbaikan struktur industri seluler, serta kekuatan di segmen seluler dan fixed mobile convergence (FMC) menjadi sejumlah katalis utama yang menopang
Sebelumnya, manajemen Telkom menyampaikan rencana melanjutkan ekspansi data center secara selektif, baik dengan meningkatkan kapasitas di lokasi yang sudah ada maupun mengembangkan lokasi baru yang memiliki potensi permintaan tinggi dan konektivitas strategis.
Untuk menangkap peluang tersebut, Telkom melalui anak usahanya, NeutraDC, tengah membangun Hyperscale Data Center Batam yang AI-ready dan berlokasi strategis di kawasan SIJORI (Singapura, Johor, dan Riau).

.webp&w=3840&q=75)