BREAKINGNEWS

VKTR Siap Right Issue 21,87 Miliar Saham, Menanti Restu RUPS

VKTR Siap Right Issue 21,87 Miliar Saham, Menanti Restu RUPS
Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). (Foto: Dok Setpres)

Jakarta, MI - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) berencana menerbitkan saham baru melalui skema right issue sebanyak 21,87 miliar lembar.

Untuk menjalankan rencana ini, perseroan masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 19 Mei 2026.

Setelah mendapat persetujuan, perseroan akan mengajukan pernyataan pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Right issue baru bisa dilaksanakan setelah dinyatakan efektif oleh OJK, dengan target pelaksanaan pada kuartal III 2026.

Dana yang diperoleh dari aksi right issue ini setelah dikurangi biaya emisi, maka perseroan akan menggunakannya untuk menambah modal kerja, penyertaan modal ke perusahaan anak dalam rangka mendukung pengembangan bisnis perseroan dan anak usaha di masa depan.

Rincian mengenai rencana penggunaan dana akan disesuaikan dengan kondisi pada saat right issue diterbitkan, dengan mempertimbangkan pengelolaan modal yang optimal untuk kepentingan perseroan. Perseroan berhak untuk melakukan penyesuaian terhadap penggunaan dana, dengan mempertimbangkan keadaan dan faktor-faktor lain yang dianggap layak.

Perseroan memperkirakan rencana penambahan modal dari right issue ini akan memberikan pengaruh positif terhadap kondisi keuangan perseroan. Pada akhirnya, akan memperkuat kondisi keuangan perusahaan sekaligus mendukung ekspansi bisnis ke depan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan profitabilitas.

Pada aksi korporasi ini, pemegang saham perseroan yang tidak melaksanakan right issue miliknya dan tidak mengambil porsi saham barunya, maka berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan hingga maksimal 33,33%.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru