Jakarta, MI - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memperkuat pengawasan terhadap kendaraan over dimension over load (ODOL) dengan mengandalkan teknologi digital.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan bahwa sistem pengawasan lama yang masih manual sudah tidak lagi efektif. Pasalnya, jumlah petugas terbatas sementara kendaraan yang harus diawasi sangat banyak.
"Ke depan, pengawasan harus berbasis teknologi dan data digital agar lebih cepat dan akurat dalam mendeteksi pelanggaran," kata dia dalam keterangan resminya, Senin (13/4/2026).
Untuk itu, Kemenhub bekerja sama dengan berbagai lembaga seperti Korlantas Polri, Kementerian PUPR, hingga Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.
Kolaborasi ini bertujuan mengintegrasikan data dan memperkuat pengawasan lintas sektor.
Teknologi yang digunakan antara lain kamera tilang elektronik (ETLE) dan sistem timbang otomatis atau Weigh in Motion (WIM), yang mampu mendeteksi pelanggaran dimensi dan muatan kendaraan secara real time.
Aan menjelaskan, sistem baru ini juga akan mengubah pola penegakan hukum. Jika sebelumnya sopir sering menjadi pihak yang disalahkan, kini tanggung jawab juga akan dibebankan kepada pemilik barang dan perusahaan angkutan.
"Kalau ada pelanggaran, tidak hanya sopir yang bertanggung jawab. Pemilik barang dan operator juga harus ikut bertanggung jawab," tegas dia.
Selain itu, digitalisasi pengawasan diyakini bisa menekan praktik pungutan liar (pungli). Dengan minimnya interaksi langsung antara petugas dan pengemudi, peluang terjadinya “negosiasi” di lapangan akan semakin kecil.
Kemenhub juga mengakui praktik pungli masih terjadi dan telah mengambil tindakan tegas, termasuk mencopot petugas yang terbukti melanggar.
Saat ini, pemerintah tengah memasuki masa transisi menuju kebijakan Zero ODOL, dengan target penerapan penuh pada 2027. Sosialisasi terus dilakukan kepada pengemudi dan pelaku usaha agar kebijakan ini dapat diterima dan dijalankan dengan baik.
Aan optimistis target tersebut bisa tercapai dengan dukungan semua pihak. Ia menegaskan bahwa langkah ini penting untuk meningkatkan keselamatan di jalan.
"Tidak ada yang lebih penting dari keselamatan manusia. Satu nyawa pun terlalu berharga untuk dipertaruhkan," tutup dia.

-sedang-menjalankan-pengawasan-terhadap-kendaraan--over-dimension-over-load-(odol).-(foto:-dok.-istimewa).webp)