BREAKINGNEWS

Rupiah Melemah, OJK: Biaya Asuransi dan Klaim Bisa Naik

Rupiah Melemah, OJK: Biaya Asuransi dan Klaim Bisa Naik
Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: Dok MI/Aswan)

Jakarta, MI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan pelemahan nilai tukar rupiah bisa memberi tekanan pada industri asuransi, terutama melalui kenaikan biaya dan potensi lonjakan klaim.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah membuat biaya perlindungan risiko dari luar negeri menjadi lebih mahal.

"Hal ini terjadi karena industri reasuransi Indonesia masih banyak bergantung pada pasar global yang menggunakan mata uang asing," kata dia dalam lembar jawaban resmi tertulisnya, Senin (13/4/2026).

Akibatnya, biaya retrosesi (pengalihan risiko ke reasuransi luar negeri) berpotensi meningkat dan menekan kinerja perusahaan.

Meski demikian, hingga Februari 2026, kinerja industri reasuransi nasional masih relatif stabil. Total aset tercatat Rp43,53 triliun atau turun tipis 0,3% secara tahunan. Sementara itu, premi tumbuh 6,9% menjadi Rp5,84 triliun, dan klaim justru turun 19,55% menjadi Rp1,90 triliun.

Penurunan klaim ini menunjukkan adanya perbaikan dalam pengelolaan risiko. Namun, OJK menegaskan bahwa tekanan dari pelemahan rupiah tetap perlu diwaspadai karena ketergantungan pada pasar global masih tinggi.

"Dampak pelemahan rupiah juga dirasakan di asuransi umum, khususnya pada asuransi kendaraan dan kesehatan. Kenaikan harga barang impor membuat biaya klaim ikut meningkat," jelas dia.

Misalnya, pada asuransi kendaraan, harga suku cadang impor yang lebih mahal akan meningkatkan biaya perbaikan. Sementara di asuransi kesehatan, kenaikan harga obat, alat kesehatan, dan layanan medis juga berpotensi mendorong lonjakan klaim.

Untuk menghadapi kondisi ini, industri asuransi mulai melakukan berbagai langkah antisipasi, seperti:

  • Menyesuaikan premi secara bertahap
  • Memperkuat manajemen risiko dan reasuransi
  • Menekan biaya melalui kerja sama dengan bengkel dan fasilitas kesehatan

Dia menilai langkah-langkah tersebut penting agar industri tetap stabil di tengah tekanan nilai tukar dan mampu menjaga kinerja keuangan ke depan.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Rupiah Melemah, OJK: Biaya Asuransi dan Klaim Bisa Naik | Monitor Indonesia