APINDO Ungkap 67% Perusahaan Tak Berniat Rekrut Pegawai Baru

Jakarta, MI - Hasil survei Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menunjukkan mayoritas perusahaan masih menahan diri untuk menambah tenaga kerja. Sebanyak 67% perusahaan tidak berencana membuka lowongan kerja untuk pegawai baru.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam, menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah.
"67% perusahaan itu tidak berniat untuk melakukan rekrutmen baru. Nah ini yang menurut kita juga salah satu hal yang perlu diperhatikan," kata Bob dalam Rapat Panja RUU Ketenagakerjaan dengan Komisi IX DPR RI, dikutip Selasa (14/4/2026).
Tak hanya soal rekrutmen, survei yang sama juga mengungkap bahwa sebanyak 50% perusahaan belum berencana melakukan ekspansi bisnis dalam lima tahun ke depan.
"Hasil survei kita juga di APINDO saat ini ya, 50% perusahaan itu nggak punya rencana untuk ekspand dalam 5 tahun ke depan. Ini juga jadi perhatian buat kita," jelas Bob.
Bob juga menyoroti dinamika regulasi ketenagakerjaan yang kerap berubah-ubah. Menurutnya, dalam satu dekade terakhir sudah terjadi lima kali perubahan aturan, yang dinilai berdampak pada kepastian dunia usaha.
Padahal, dunia usaha harus membuat kontrak jangka panjang. Menurutnya, semakin panjang kontrak yang dibuatnya maka akan semakin memberikan kepastian kerja bagi tenaga kerja.
"Tapi kalau regulasinya berubah kami kesulitan untuk menghitung sebenarnya berapa sih biaya tenaga kerja kita untuk 3 tahun, 2 tahun, 5 tahun ke depan. Nah ini juga sangat menyedihkan bagi undang-undang usaha apalagi yang terakhir keputusan mengenai upah minimum itu baru diputuskan di bulan Desember ya," tuturnya.
APINDO berharap Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang tengah disusun dapat melahirkan aturan yang mampu menjawab berbagai persoalan mendasar di sektor ketenagakerjaan.
Regulasi baru itu juga diharapkan menjadi tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kita berharap nanti undang-undang yang dibentuk tidak hanya mengcover masalah ketenangan kerjaan, tapi juga bisa menyelesaikan masalah-masalah ketenagakerjaan," tutur Bob.
Topik:
