BREAKINGNEWS

MPPA Rights Issue Rp1,19 Triliun, Multipolar Ambil Porsi Terbesar

MPPA Rights Issue Rp1,19 Triliun, Multipolar Ambil Porsi Terbesar
Gudang pusat distribusi milik PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berencana menambah modal melalui aksi right issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan nilai maksimal hingga Rp1,19 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, manajemen MPPA mengaku akan menerbitkan hingga 23,99 miliar saham baru dengan harga Rp50 per saham. Jumlah tersebut setara sekitar 64,92% dari total saham setelah right issue dilakukan.

"Bagi pemegang saham lama, setiap 114 saham yang dimiliki akan mendapatkan 211 HMETD. Setiap 1 HMETD bisa digunakan untuk membeli 1 saham baru dengan harga Rp50," tulis manajemen MPPA.

Hak ini akan diperdagangkan di Bursa mulai 19 hingga 25 Juni 2026, sekaligus menjadi batas akhir bagi investor untuk menebus saham baru tersebut.

Manajemen MPPA menegaskan saham baru ini memiliki hak yang sama seperti saham lama, termasuk hak suara dan pembagian dividen.

Dalam aksi right issue ini, pemegang saham utama, PT Multipolar Tbk (MLPL), menyatakan komitmennya untuk menyerap sebagian besar saham. MLPL akan mengeksekusi haknya untuk membeli sekitar 12,03 miliar saham senilai Rp601,61 miliar.

Tak hanya itu, MLPL juga siap menjadi pembeli siaga (standby buyer) untuk menyerap sisa saham yang tidak diambil investor lain, dengan nilai hingga Rp378,38 miliar. Dengan demikian, total komitmen MLPL dalam aksi ini bisa mencapai sekitar Rp980 miliar.

Manajemen MPPA menambahkan, jika masih ada saham yang tidak terserap, maka akan dialokasikan kepada investor yang melakukan pemesanan tambahan. Sementara sisa akhirnya akan dibeli oleh MLPL sesuai kesepakatan yang telah dibuat.

Dana dari right issue ini sebagian besar akan digunakan untuk belanja modal atau capital expenditure (capex), yaitu sekitar 65,35%. Mayoritas dana tersebut dialokasikan untuk membeli aset properti di lokasi-lokasi strategis.

Beberapa rencana utamanya antara lain pembelian bangunan di Mall City of Tomorrow Surabaya senilai Rp351,5 miliar, serta akuisisi tanah dan bangunan di berbagai daerah seperti Gresik, Bogor, Yogyakarta, dan Tangerang dengan nilai yang berbeda-beda.

Sementara itu, sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional dan pengembangan bisnis utama perusahaan. Penggunaannya mencakup peningkatan kualitas persediaan, termasuk pembelian barang dagangan dari para pemasok.

"Dana modal kerja ini bisa digunakan baik oleh perusahaan maupun anak usahanya, disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan prioritas yang telah ditetapkan," tutup manajemen MPPA.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru