OJK Luncurkan 2 Roadmap Baru, Dorong Pasar Modal Lebih Berkelanjutan
-(foto:-dok-mi/aswan).webp)
Jakarta, MI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan dua roadmap strategis untuk periode 2026-2030. Langkah ini bertujuan memperdalam pasar keuangan, meningkatkan perlindungan investor, serta mendorong investasi berkelanjutan di Indonesia.
Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah mengatakan, dua roadmap itu adalah pengembangan pasar derivatif dan penguatan pasar modal berkelanjutan.
"Keduanya menjadi bagian dari upaya OJK membangun sektor keuangan yang lebih kuat, efisien, dan mampu bersaing, sekaligus mendukung target nasional seperti pengurangan emisi karbon hingga net zero emission pada 2060," kata dia dalam keterangan resminya, Selasa (15/4/2026).
Melalui roadmap pasar derivatif, OJK ingin menciptakan pasar yang lebih likuid (mudah diperdagangkan), transparan, dan terpercaya. Pasar derivatif juga diharapkan bisa membantu pelaku usaha dan investor dalam mengelola risiko.
Fokus utamanya meliputi:
- Perlindungan investor, seperti pengaturan yang lebih jelas antara investor ritel dan profesional serta pembatasan risiko.
- Pengawasan pelaku pasar, termasuk standar perizinan dan tata kelola yang lebih ketat.
- Pengembangan produk, dengan menghadirkan lebih banyak instrumen derivatif dan menarik investor institusi.
- Peningkatan infrastruktur, agar sistem perdagangan dan kliring lebih efisien dan diakui secara global.
Sementara itu, roadmap pasar modal berkelanjutan difokuskan untuk memperbesar peran investasi berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Langkah yang dilakukan antara lain:
- Memperkuat regulasi dan dasar kebijakan investasi berkelanjutan
- Mendorong pertumbuhan produk seperti obligasi hijau dan sukuk berkelanjutan
- Memberikan insentif agar lebih banyak investor ikut berpartisipasi
- Memperluas kerja sama, baik di dalam maupun luar negeri
Hingga akhir 2025, nilai penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan di Indonesia sudah mencapai Rp74,14 triliun. Ke depan, angka ini diproyeksikan tumbuh pesat, lebih dari 50% per tahun.
Selain itu, investasi reksa dana berbasis ESG juga terus berkembang dengan total dana kelolaan hampir Rp10 triliun.
Melalui dua roadmap ini, dia berharap pasar keuangan Indonesia menjadi lebih dalam, stabil, dan berkelanjutan.
"Langkah ini juga diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan investor sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka Panjang," ungkap Agus.
Topik:
