Rugi Emiten SINI Bengkak Jadi Rp43,08 Miliar pada 2025

Jakarta, MI - PT Singaraja Putra Tbk (SINI) masih mencatatkan kinerja yang kurang baik pada sepanjang 2025.
Dilansir dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (15/4/2026), perusahaan membukukan rugi bersih sebesar Rp43,08 miliar pada 2025, meningkat sekitar 39% dari posisi sebesar Rp30,96 miliar pada 2024.
Akibatnya, rugi per saham perseroan juga ikut naik menjadi Rp89,58 dari sebelumnya Rp64,37.
Meski demikian, perusahaan yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro ini sebenarnya mencatatkan kenaikan pendapatan. Total pendapatan mencapai Rp534,02 miliar, naik dari Rp435,14 miliar pada tahun sebelumnya.
Pendapatan tersebut berasal dari penjualan kayu sebesar Rp378,4 miliar, batu bara Rp155,28 miliar, serta pendapatan sewa dalam jumlah kecil.
Sebagian besar pendapatan bahkan datang dari pasar ekspor yang mencapai Rp442,56 miliar, sementara pasar domestik menyumbang Rp91,45 miliar.
Namun, kenaikan pendapatan diikuti oleh lonjakan biaya. Beban pokok penjualan meningkat tajam menjadi Rp435,91 miliar, sehingga laba kotor hanya naik tipis menjadi Rp98,10 miliar.
Selain itu, beban usaha juga naik signifikan menjadi Rp89,45 miliar. Perusahaan juga tidak lagi mendapatkan keuntungan dari penjualan aset seperti tahun sebelumnya, sementara laba dari penjualan aset tetap ikut menurun.
Tekanan semakin besar karena tingginya beban keuangan yang mencapai Rp50,66 miliar, serta rugi selisih kurs dan beban pajak yang ikut meningkat. Walaupun ada tambahan pendapatan dari bunga dan pemulihan imbalan kerja, nilainya belum cukup untuk menutup kenaikan biaya secara keseluruhan.
Dari sisi necaraa keuangan, total aset perusahaan memang meningkat menjadi Rp1,56 triliun pada 2025, dari posisi aset sebelumnya Rp806,89 miliar pada 2024.
Namun, utangnya juga melonjak lebih besar hingga Rp2,25 triliun. Akibatnya, perusahaan masih mengalami defisit modal sebesar Rp687,41 miliar, yang menunjukkan kondisi keuangan masih tertekan.
Topik:
