Harga LPG 3 Kg Tak akan Naik, Distribusi akan Diperketat

Jakarta, MI - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg tidak akan naik, tidak seperti harga LPG nonsubsidi yang sudah mengalami kenaikan di sejumlah daerah Indonesia.
Bahlil menegaskan, pemerintah tetap menjaga stabilitas harga LPG subsidi demi melindungi daya beli masyarakat.
Selain itu, ketersediaan stok nasional juga dipastikan aman dan berada di atas batas minimum.
"Khusus LPG subsidi, stok kita aman dan harganya tidak mengalami kenaikan," kata Bahlil di Jakarta, seperti diberitakan Selasa (21/4/2026).
Bahlil menjelaskan, sejak program konversi LPG dimulai pada 2006 atau 2007, pemerintah konsisten tidak menaikkan harga LPG 3 kg. Kebijakan ini sejalan dengan upaya menjaga harga energi bersubsidi lainnya, seperti BBM jenis Pertalite dan Biosolar.
Namun, Bahlil mengaku masih ada fluktuasi harga di lapangan yang disebabkan oleh praktik tidak wajar di tingkat distribusi.
"Permasalahannya ada di distributor dan pangkalan. Ini yang sedang kami benahi agar subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak," tegas dia.
Untuk memperbaiki distribusi, pemerintah juga mengevaluasi kebijakan sebelumnya, termasuk penghapusan pengecer yang sempat memicu antrean.
"Sebagai solusi, pengecer kini didorong untuk mendaftar sebagai subpangkalan resmi," pungkas dia.
Dengan langkah ini, diharapkan dapat menekan lonjakan harga di tingkat konsumen sekaligus memastikan distribusi LPG subsidi lebih tepat sasaran.
Topik:
