Mentan Amran: Stok Pangan Sudah Capai 4,9 Juta Ton

Jakarta, MI - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan Indonesia saat ini aman. Hal ini didukung oleh peningkatan produksi dalam negeri, penyerapan hasil panen petani yang optimal, serta pengelolaan stok nasional yang semakin baik.
Mentan Amran menyebut, cadangan pangan nasional kini mencapai 4,9 juta ton dan diperkirakan segera menembus 5 juta ton.
"Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Indonesia merdeka, jauh melampaui rekor sebelumnya yang hanya sekitar 2,6 juta ton," kata Mentan Amran dalam keterangan resminya, seperti dikutip Selasa (21/4/2026).
Selain sektor pangan, pemerintah juga mulai mempercepat kemandirian di bidang energi. Salah satunya melalui pengembangan biofuel berbasis sumber daya dalam negeri, seperti minyak kelapa sawit (CPO) dan bioetanol.
Amran menyebut, mulai 1 Juli mendatang pemerintah berencana menghentikan impor solar dan menggantinya dengan biofuel produksi dalam negeri.
"Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada energi impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," jelas Amran
Amran mengajak generasi muda untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui kolaborasi dan kerja nyata.
Mentan Amran menambahkan penguatan riset pertanian menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global untuk memperoleh cadangan pangan yang aman, terutama di tengah tiga krisis besar yang sedang dihadapi dunia.
"Kondisi global saat ini ada tiga krisis yang dihadapi dunia. Krisis pangan, krisis energi, dan krisis air. Tiga ini harus mendapatkan solusi secepatnya,” ungkapnya.
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Bambang Pramujati menegaskan pentingnya riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Bambang mendorong agar hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai laporan akademik, tetapi juga menghasilkan inovasi yang bisa dimanfaatkan di sektor industri dan pertanian.
Menurut dia, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah, termasuk dengan Kementerian Pertanian (Kementan), terus diperkuat agar inovasi yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Topik:
