IHSG Melemah Tipis ke 7.559, Mayoritas Saham Justru Menguat

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 34,73 poin (0,46%) ke level 7.559,38 pada perdagangan Selasa (21/4/2026), setelah satu harian bergerak di sekitar 7.511-7.568.
Berdasarkan data perdagangan, meski indeks melemah, mayoritas saham justru menguat. Tercatat 386 saham naik, 264 saham turun, dan 168 saham stagnan.
Dari sisi sektor, sebagian besar mencatatkan penguatan. Sektor industri memimpin dengan kenaikan 2,58%, diikuti bahan baku 2,33%, transportasi 1,61%, barang konsumen non-primer 1,54%, teknologi 1,10%, dan properti 1,05%.
Sektor lain seperti barang konsumen primer, keuangan, dan kesehatan juga menguat tipis.
Sebaliknya, sektor energi menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,02%, disusul sektor infrastruktur yang terkoreksi tipis 0,07%.
Aktivitas perdagangan terbilang ramai, dengan total volume mencapai 43,1 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,7 juta kali. Nilai transaksi tercatat Rp17,8 triliun, sementara kapitalisasi pasar BEI mencapai Rp13.468 triliun.
Dari jajaran saham, PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi top losers setelah turun 14,98% ke Rp2.780. Disusul PT Golden Flower Tbk (POLU) yang anjlok 14,95% ke Rp17.775 dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang turun 14,75% ke Rp2.370.
Sementara itu, top gainers dipimpin PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) yang melonjak 34,91% ke Rp228. Diikuti PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) naik 34,72% ke Rp97, serta PT LCK Global Kedaton Tbk (LKCM) yang menguat 34,48% ke Rp156.
Untuk saham dengan nilai transaksi terbesar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin dengan Rp1,3 triliun. Kemudian PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp869,54 miliar, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) senilai Rp789,81 miliar.
Topik:
