BREAKINGNEWS

Menkeu Copot 2 Dirjen Kemenkeu: Hanya Rotasi Biasa

Menkeu Copot 2 Dirjen Kemenkeu: Hanya Rotasi Biasa
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik 5 orang pimpinan tinggi pratama (pejabat eselon II) di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, pada Selasa (21/4/2026). (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan pergantian dua pejabat eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yakni Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman dan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu.

Menurutnya, pergantian tersebut merupakan bagian dari rotasi rutin di lingkungan Kemenkeu dan bukan sesuatu yang luar biasa.

"Rotasi eselon I itu hal biasa. Ada siklusnya, beberapa tahun sekali dilakukan pergantian, jadi tidak ada yang istimewa," kata dia dalam keterangannya kepada media, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Namun, saat ditanya apakah keputusan ini berkaitan dengan pernyataannya sebelumnya, Purbaya mengakui ada sedikit kaitannya. Sebelumnya, ia sempat menyinggung adanya pegawai yang mengaku siap menjalankan arahan, tetapi pelaksanaannya justru tertunda hingga berbulan-bulan.

"Iya, ada sedikit kaitannya, tapi bukan itu saja. Ada faktor lain juga," jelas dia..

Selain itu, Purbaya juga menyoroti adanya “noise” atau informasi dari internal Kementerian Keuangan yang beredar ke publik dan dinilai tidak akurat. Salah satunya adalah kabar bahwa APBN hanya mampu bertahan beberapa minggu jika harga BBM tidak dinaikkan.

Ia juga menyinggung isu lain yang menyebut Menteri Keuangan tertutup, tidak fasih berbahasa Inggris, hingga dianggap sebaiknya tidak bertemu investor karena bisa menurunkan kepercayaan.

"Ada informasi yang bilang Menteri Keuangan tertutup, tidak bisa bahasa Inggris, bahkan disarankan tidak bertemu investor. Itu justru datang dari internal, dan ini yang sedang kami rapikan,” ungkapnya.

Meski begitu, Purbaya menegaskan bahwa perbedaan pendapat di internal kementerian adalah hal yang wajar. Namun, penyebaran informasi yang tidak tepat bisa berdampak buruk dan menyesatkan publik.

“Perbedaan pendapat itu tidak masalah. Tapi kalau sudah menyebarkan informasi yang keliru, itu bisa merusak kepercayaan dan kinerja pemerintah, jadi harus ditertibkan,” tegasnya.

Ia tidak mengungkap siapa pihak yang menyebarkan informasi tersebut, namun memastikan bahwa persoalan ini akan ditangani secara internal. 

Untuk mengisi posisi yang kosong, Kemenkeu telah menunjuk pelaksana harian (Plh), Sudarto ditunjuk sebagai Plh Dirjen Anggaran dan Ferry Ardianto sebagai Plh Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru