Acset Indonusa Rugi Rp8 Miliar di Kuartal I-2026

Jakarta, MI - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) masih mencatatkan kinerja negatif pada kuartal I-2026.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Selasa (28/4/2026), perusahaan membukukan rugi bersih sekitar Rp8 miliar, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang rugi Rp3,9 miliar.
Seiring itu, rugi per saham juga naik menjadi Rp1, dari sebelumnya Rp0.
Dari sisi pendapatan, ACST mencatatkan penurunan cukup tajam. Pendapatan bersih turun 34,68% menjadi Rp466,1 miliar, dari sebelumnya Rp713,61 miliar.
Meski begitu, beban pokok pendapatan ikut turun menjadi Rp410,17 miliar, sehingga laba kotor masih sedikit meningkat menjadi Rp55,92 miliar.
Perusahaan juga berhasil menekan beberapa biaya, seperti beban umum dan administrasi yang turun ke Rp24,55 miliar dari Rp36,87 miliar. Namun, tekanan datang dari pos lain, terutama kenaikan biaya keuangan yang melonjak menjadi Rp27,72 miliar dari Rp11,52 miliar.
Selain itu, perusahaan mencatat provisi penurunan nilai aset keuangan sebesar Rp18,82 miliar, berbalik dari sebelumnya surplus.
Akibat berbagai tekanan tersebut, kinerja ACST berbalik dari laba menjadi rugi. Rugi sebelum pajak tercatat Rp7,1 miliar, dari sebelumnya laba Rp1,8 miliar. Rugi bersih tahun berjalan juga berada di angka yang sama.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan relatif stabil di kisaran Rp2,99 triliun. Sementara itu, ekuitas sedikit meningkat menjadi Rp3,33 triliun.
Namun, defisit Acset Indonusa masih besar, yakni mencapai Rp4,75 triliun, sedikit bertambah dibandingkan akhir tahun lalu.
Topik:
