BNI Raup USD700 Juta dari AT1, Diburu Investor Global hingga Oversubscribe 3,6 Kali

Jakarta, MI - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menunjukkan kekuatan fundamentalnya di pasar global.
Perseroan sukses menghimpun dana sebesar USD700 juta atau setara Rp11,9 triliun melalui penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) Perpetual Non-Cumulative Capital Securities pada 15 April 2026.
Penerbitan surat berharga ini mendapat sambutan luar biasa dari investor internasional. Total permintaan menembus lebih dari USD2,5 miliar, sehingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 3,6 kali dari target awal.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat struktur permodalan dan menjaga peran BNI sebagai bank strategis nasional.
“Sebagai salah satu bank sistemik di Indonesia, BNI ingin memastikan bahwa perannya sebagai agen pertumbuhan ekonomi nasional dapat semakin kokoh melalui struktur permodalan yang kuat,” ujar Okki, Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan, penerbitan AT1 ini sekaligus menjadi upaya BNI meningkatkan daya tahan usaha di tengah dinamika ekonomi global serta memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Instrumen AT1 yang diterbitkan memiliki karakteristik sebagai modal tambahan bersifat subordinasi, tanpa jatuh tempo (perpetual), serta pembayaran imbal hasil yang tidak diakumulasikan.
Skema ini menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga rasio permodalan bank tetap solid.
Penerbitan dilakukan berdasarkan ketentuan Regulation S (Reg S) dalam US Securities Act dan resmi dicatatkan di Singapore Exchange.
Langkah ini menandai semakin luasnya akses BNI terhadap pasar keuangan internasional.
Tingginya minat investor juga mencerminkan kepercayaan kuat terhadap fundamental, kinerja, dan prospek bisnis BNI ke depan.
Basis investor dalam penerbitan kali ini pun semakin beragam, mencakup kawasan Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, hingga offshore Amerika Serikat.
Di sisi lain, BNI juga telah mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) instrumen AT1 yang diterbitkan pada 2021 melalui mekanisme tender offer sekitar 94,7 persen dari total AT1 eksisting. Kebijakan ini ditempuh untuk mengoptimalkan komposisi permodalan perseroan secara menyeluruh.
Keberhasilan aksi korporasi ini semakin menegaskan posisi BNI sebagai bank nasional yang mampu memanfaatkan pasar global untuk memperkuat modal usaha.
Dukungan investor internasional menjadi sinyal positif bahwa BNI memiliki ruang ekspansi lebih besar untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan menopang ekonomi nasional.
Topik:
