IHSG Berpotensi Ditekan Profit Taking Jelang Long Weekend

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan dibayangi aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur panjang pada Kamis (30/4/2026).
"IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support di 7.000, pivot 7.100, dan resistance di 7.200," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset yang dikeluarkannya.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,41% ke level 7.101,23. Kenaikan ini didorong oleh technical rebound setelah indeks sempat berada di area jenuh jual (oversold), serta mampu bertahan di atas level psikologis 7.000.
Secara teknikal, indikator MACD masih menunjukkan tren negatif, sementara Stochastic RSI berada di area oversold namun belum memberi sinyal pembalikan arah. IHSG berpeluang menguji level MA5 di sekitar 7.156, tetapi tekanan profit taking tetap perlu diwaspadai
"Untuk hari ini, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 7.050 hingga 7.150," kata Phintraco Sekuritas.
Dari sisi global, pasar juga dipengaruhi proyeksi Bank Dunia yang memperkirakan harga energi akan naik 24% tahun ini, tertinggi sejak konflik Rusia-Ukraina pada 2022. Secara keseluruhan, harga komoditas diprediksi meningkat 16%, didorong oleh energi, pupuk, dan logam.
Selain itu, investor mencermati sejumlah data ekonomi penting. Dari Amerika Serikat, akan dirilis data inflasi PCE Maret 2026 yang diperkirakan naik ke 3,3% dari 2,8%, serta pertumbuhan ekonomi kuartal I yang diprediksi mencapai 1,5%.
Dari China, perhatian tertuju pada data manufaktur dan non-manufaktur April. Sementara di Eropa, pasar menunggu rilis data PDB, inflasi, tingkat pengangguran, serta keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) yang diperkirakan tetap di level 2,15%.
"Bank of England (BoE) juga diperkirakan mempertahankan suku bunga di 3,75%," ungkap Phintraco Sekuritas.
Di hari ini, Phintraco Sekuritas memberikan sejumlah saham yang patut dicermati dengan baik, yakni UNVR, CDIA, IMPC, AADI, dan ITMG.
Topik:
