Emiten SSMS Gapai Laba Rp1,39 Triliun dan Bagikan Dividen

Jakarta, MI - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) memperoleh laba bersih sebesar Rp1,39 triliun pada tahun 2025, atau naik 67,43% dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba yang meningkat membuat pendapatan perseroan menjadi Rp14,81 triliun atau meningkat 42,91% dibandingkan peroleh Rp10,37 triliun pada tahun sebelumnya dengan kontribusi utama berasal dari segmen minyak dan lemak nabati.
"Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan volume produksi dan pengendalian biaya operasional sehingga mampu mempertahankan margin usaha di tengah fluktuasi harga komoditas global," kata Direktur Utama SSMS, Jap Hartono dalam keterangannya kepada media, Kamis (30/4/2026).
Menurut dia, peningkatan penjualan ini didorong oleh kenaikan harga jual, peningkatan volume penjualan, serta penguatan nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah.
Pada segmen perkebunan, sepanjang tahun 2025 Perseroan menghasilkan 1.628.452 MT Ton Tandan Buah Segar (TBS) dari perkebunan inti, 527.052 MT Minyak Kelapa Sawit, 104.130 MT Inti Sawit, dan 15.379 MT Minyak Inti Sawit. Produksi TBS dari perkebunan inti sebanyak 1.628.452 metrik ton, meningkat sebesar 4,22% dibandingkan produksi TBS tahun 2024.
Dari pengolahan TBS, Perseroan mengelola 2.382.942 MT TBS dan menghasilkan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) di 10 (sepuluh) Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Perseroan yang berada di dalam perkebunan kelapa sawit.
Pada produksi CPO sebanyak 527.052 metrik ton pada tahun 2025, dengan Oil Extraction Rate (OER) mencapai 22,12%. Jumlah produksi CPO meningkat sebesar 14,23% dari tahun lalu yang sebesar 461.414 metrik ton dengan OER meningkat sebesar 14,23%. Peningkatan ini didorong oleh perbaikan kualitas TBS yang diolah serta peningkatan pengendalian losses di pabrik.
Total aset perseroan mengalami peningkatan sebesar 14,43% dari Rp11,87 triliun di tahun 2024 menjadi Rp13,58 triliun di tahun 2025. Kenaikan pada total aset terutama didorong oleh akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) yang memperluas basis aset Perseroan.
"Ekuitas di tahun 2025 meningkat sebesar 1,98% menjadi Rp2,94 triliun di tahun 2025 dari Rp2,89 triliun di tahun 2024," jelas dia.
Pembagian dividen tunai
Di hari ini, perseroan menjalani Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta. Dari hasil rapat tersebut, pemegang saham menyetujui untuk membagi dividen senilai Rp800 miliar atau setara Rp 83,99 per saham atau 68,92%% dari laba bersih perseroan di 2025,
Sisa dari laba bersih Perseroan yaitu sebesar Rp360,69 miliar atau 31,08% dari laba bersih akan dimasukan sebagai cadangan lainnya yang akan menambah saldo laba ditahan.
Selain itu, perseroan menyetujui pengangkatan kembali Bapak Rimbun Situmorang sebagai Komisaris Perseroan.
"Pengangkatan kembali Bapak Rimbun Situmorang merupakan bentuk komitmen Perseroan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan memastikan pengawasan yang efektif terhadap jalannya perusahaan," ungkap Jap.
Topik:
