BREAKINGNEWS

Ekspor RI Turun 3,1 Persen pada Maret 2026

Ekspor RI Turun 3,1 Persen pada Maret 2026
Ekspor Indonesia Turun 3,1 Persen pada Maret 2026 (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Maret 2026 mencapai US$22,53 miliar. Angka ini turun 3,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa penurunan terjadi di hampir seluruh sektor.

"Pada Maret 2026 untuk nilai ekspor mencapai US$22,53 miliar atau turun 3,10 persen jika dibandingkan Maret 2025," kata Ateng Hartono dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

Penurunan tersebut terjadi baik pada ekspor migas maupun nonmigas. Ekspor migas tercatat sebesar US$1,28 miliar, turun cukup dalam hingga 11,84 persen. Sementara itu, ekspor nonmigas juga ikut melemah 2,52 persen menjadi US$21,25 miliar.

Menurut Ateng, kontraksi ekspor secara tahunan terutama dipicu oleh melemahnya sejumlah komoditas nonmigas. Komoditas lemak dan minyak hewan nabati mencatat penurunan 27,02 persen dengan andil 3,52 persen terhadap kontraksi ekspor.

Selain itu, kakao dan produk olahannya turun 50,89 persen dengan andil 0,75 persen, serta kopi, teh, dan rempah-rempah yang merosot 54,69 persen dengan kontribusi minus 0,68 persen.

Sementara secara kumulatif, data BPS menunjukkan total ekspor Indonesia pada periode Januari-Maret 2026 mencapai US$66,85 miliar, atau tumbuh tipis 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja ekspor nonmigas yang naik 0,98 persen menjadi US$63,60 miliar, meski di sisi lain ekspor migas justru turun 10,58 persen menjadi US$3,25 miliar.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru