BREAKINGNEWS

Rupiah Anjlok Jadi Rp17.400 per USD, BI Buka Suara

Rupiah Anjlok Jadi Rp17.400 per USD, BI Buka Suara
Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS. (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Bank Indonesia (BI) menjelaskan pelemahan rupiah hingga menembus level Rp17.400 per dolar AS pada Selasa (5/5/2026) pagi, masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara lain di tengah ketegangan geopolitik global.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea menyebut pelemahan rupiah bukan terjadi sendiri, melainkan mengikuti tren mata uang negara berkembang (emerging market).

Beberapa mata uang lain juga mengalami tekanan, seperti peso Filipina yang melemah 6,58% dan baht Thailand turun 5,04%.

"Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya konflik global, khususnya di kawasan Timur Tengah," ungkap dia dalam keterangan resminya.

Meski demikian, BI menegaskan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar. Bank sentral aktif melakukan intervensi di pasar valuta asing agar pergerakan rupiah tetap terkendali.

Langkah yang dilakukan antara lain melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, serta transaksi spot dan Domestic NDF (DNDF) di pasar dalam negeri. 

Selain itu, BI juga rutin membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah sempat berada di kisaran Rp17.400 per dolar AS pada pukul 09.02 WIB. Saat ini, rupiah makin anjlok ke posisi Rp17.423 per USD.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Rupiah Anjlok Jadi Rp17.400 per USD, BI Buka Suara | Monitor Indonesia