BREAKINGNEWS

Dorong Hilirisasi, Krakatau Steel Siapkan Kawasan Industri Petrokimia di Anyer

Dorong Hilirisasi, Krakatau Steel Siapkan Kawasan Industri Petrokimia di Anyer
Krakatau Steel (KRAS) (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melalui anak usahanya, PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), tengah menyiapkan pengembangan kawasan industri terpadu baru di Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

Kawasan ini dirancang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan akan difokuskan pada sektor petrokimia serta industri pendukung strategis lainnya. Proyek ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung program hilirisasi industri yang terus didorong pemerintah, sekaligus memperkuat struktur industri nasional berbasis nilai tambah.

Direktur Utama PT KSI, Dazul Herman, menjelaskan bahwa kawasan tersebut dirancang sebagai kawasan industri terintegrasi yang mencakup sektor hilirisasi baja, petrokimia, energi, material, serta logistik berkelanjutan.

“Kawasan ini kami rancang sebagai ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari penyediaan bahan baku, proses hilirisasi, hingga konektivitas logistik yang didukung oleh pelabuhan, jaringan kereta api, dan akses jalan tol. Dengan integrasi ini, kami optimistis dapat menciptakan efisiensi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).

Dazul menyampaikan, kawasan ini ditargetkan dapat menarik investor dari berbagai sektor strategis. Sejumlah investor global dari China, Amerika Serikat (AS), hingga Brunei Darussalam disebut sudah menunjukkan minat dan kini masih berada pada tahap penjajakan awal.

Kawasan industri ini sendiri memiliki luas awal sekitar 400 hektare (ha) dan akan dikembangkan secara bertahap hingga melampaui 2.000 ha. Berlokasi di Anyer, kawasan tersebut dinilai memiliki posisi strategis untuk memperkuat konektivitas logistik nasional sekaligus menjadi pusat pertumbuhan industri baru di wilayah barat Indonesia.

Dari sisi dampak ekonomi, proyek ini diperkirakan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional maupun daerah. Potensinya mencakup peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga Rp58,9 triliun, serta penerimaan fiskal sekitar Rp6,6 triliun. Selain itu, kawasan ini juga diproyeksikan mampu menciptakan hingga 180 ribu lapangan kerja, yang diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Serang dan sekitarnya.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini merupakan bagian dari transformasi Krakatau Steel Group dalam memperluas peran strategisnya di sektor industri nasional. Menurutnya, langkah ini menjadi upaya untuk memperkuat ekosistem industri sekaligus menarik investasi global yang mendukung hilirisasi secara berkelanjutan.

"Kami melihat kebutuhan akan kawasan yang mampu menarik investasi global sekaligus mendorong hilirisasi industri secara berkelanjutan," ujarnya.

Akbar menjelaskan bahwa pengembangan kawasan ini juga selaras dengan upaya memperkuat daya saing daerah, termasuk mendukung inisiatif “Banten Gold” yang diusung Pemerintah Provinsi Banten dalam mendorong pertumbuhan investasi dan industrialisasi di wilayah tersebut.

Di samping itu, pembangunan kawasan industri ini akan mengedepankan konsep smart and green industrial park sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan. Konsep ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), melalui efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, serta penerapan teknologi industri yang ramah lingkungan.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Krakatau Steel Siapkan Kawasan Industri Petrokimia di Anyer | Monitor Indonesia