OJK: 71 Perusahaan Antre Penawaran Umum, Potensi Dana Rp49,8 Triliun

Jakarta, MI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan aktivitas pasar modal Indonesia masih cukup bergairah. Hingga April 2026, tercatat ada 71 perusahaan berencana menjalani penawaran umum dari berbagai perusahaan dengan nilai indikatif mencapai Rp49,84 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menjelaskan total dana yang berhasil dihimpun perusahaan melalui pasar modal sejak awal tahun (year to date) sudah mencapai Rp56,35 triliun.
Dana itu berasal dari berbagai aksi korporasi, antara lain 1 Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), 1 Penawaran Umum Terbatas (PUT), 6 penerbitan efek utang dan/atau sukuk, dan 44 penawaran berkelanjutan efek utang dan sukuk
"Pasar modal tetap berperan penting sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha. Nilai fundraising sudah mencapai Rp56,35 triliun per April 2026," kata Hasan dalam konferensi secara daring, seperti diberitakan Rabu (6/5/2026).
Selain pasar modal konvensional, penggalangan dana melalui skema securities crowdfunding (SCF) juga terus tumbuh. Hingga April 2026, terdapat 24 efek baru dan 7 penerbit baru dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp36,18 miliar.
"Secara keseluruhan, dana yang terkumpul melalui SCF kini telah mencapai Rp1,93 triliun," ucap Hasan.
Di sisi lain, aktivitas di pasar derivatif juga menunjukkan perkembangan. Sejak awal 2025 hingga April 2026, sebanyak 113 pihak telah mendapatkan persetujuan prinsip dari OJK. Total volume transaksi mencapai 143.217 lot, dengan 33.884 lot terjadi hanya pada April 2026.
Sementara itu, di Bursa Karbon Indonesia, sejak diluncurkan pada September 2023 hingga April 2026, sudah ada 155 pengguna terdaftar. Total volume transaksi mencapai 1,98 juta ton setara CO2 (tCO2e) dengan nilai transaksi sebesar Rp93,75 miliar.
Hasan menilai perkembangan ini menunjukkan pasar keuangan Indonesia terus bertumbuh dan semakin beragam sebagai sumber pendanaan bagi pelaku usaha.
Topik:
