Pemerintah Siapkan Langkah Ini untuk Jaga Ekonomi dan Rupiah

Jakarta , MI - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang kini mulai menunjukkan percepatan.
Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Purbaya mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen menjadi sinyal positif bahwa ekonomi nasional sedang bergerak ke arah yang lebih kuat. Angka tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan sebelumnya yang berada di level 5,39 persen.
“Pertumbuhan ekonomi 5,61 persen menunjukkan arah ekonomi kita mulai membaik dan mengalami akselerasi. Sebelumnya berada di kisaran lima persen atau sedikit di bawahnya,” ujar Purbaya.
Menurutnya, peningkatan tersebut mencerminkan kebijakan pemerintah mulai memberikan dampak terhadap pemulihan dan percepatan ekonomi nasional.
Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga likuiditas dan stabilitas ekonomi. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan stimulus tambahan yang rencananya mulai dijalankan pada Juni 2026.
“Kami akan menjaga momentum pertumbuhan ini di kuartal kedua melalui berbagai kebijakan dan stimulus tambahan untuk mendorong aktivitas ekonomi,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk memperkuat nilai tukar rupiah melalui diversifikasi sumber pembiayaan. Salah satunya dengan rencana penerbitan obligasi Panda Bonds di China dengan bunga yang lebih rendah.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
"Dengan diversifikasi pembiayaan, ketergantungan terhadap dolar bisa dikurangi dan struktur pembiayaan kita menjadi lebih kuat," tegas PUrbaya.
Pemerintah optimistis berbagai langkah tersebut dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempercepat pertumbuhan di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
Topik:
