BREAKINGNEWS

H&M Bakal Tutup di RI, Bos Mal Ungkap Nasib Gerainya

H&M Bakal Tutup di RI, Bos Mal Ungkap Nasib Gerainya
H&M Bakal Tutup 160 Toko di 2026 (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Kabar penutupan sejumlah gerai H&M di berbagai negara menjadi sorotan pelaku industri ritel di Indonesia. Ritel fesyen asal Swedia itu dikabarkan akan menutup sekitar 160 toko di seluruh dunia tahun ini, termasuk di Indonesia.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, membenarkan adanya penutupan sejumlah toko H&M. Namun, ia menilai kondisi tersebut bukan berarti pusat perbelanjaan mulai ditinggalkan konsumen.

Menurut Budihardjo, lokasi toko yang ditinggalkan H&M nantinya akan tetap diisi merek lain yang dikelola operator ritel. 

"H&M memang ada penutupan toko-tokonya, namun bekas lokasinya diisi oleh brand-brand yang dipegang oleh operator. Ada brand-brand, jadi tokonya ganti merek, sepertinya seperti itu yang saya dengar," ujar Budihardjo, dikutip Sabtu (9/5/2026).

Ia menegaskan, dinamika ini merupakan hal wajar dalam industri ritel. "Dalam ritel itu, seperti renovasi toko, pengecilan toko, perluasan toko, tutup toko, buka toko itu adalah bagian dari strategi. Yang mana masih ada daya beli maupun consumer behavior-nya, masih mau dan masih banyak penjualan itu yang akan dibuka," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menilai kondisi bisnis global H&M yang tengah menghadapi tekanan turut memengaruhi performa perusahaan di Indonesia.

"Bisnis H&M secara global memang sedang mengalami kesulitan yang berdampak juga terhadap kinerja di Indonesia," ucap Alphonzus.

Ratusan Gerai Ditutup

Mengutip The Sun, H&M sebelumnya telah menutup 163 gerai di berbagai negara dan berencana kembali menutup 160 gerainya sepanjang tahun ini. Perusahaan disebut mulai mengalihkan fokus bisnis ke e-commerce dan lokasi-lokasi yang dianggap paling menguntungkan.

Pada kuartal pertama 2026, perusahaan ritel fesyen asal Swedia itu juga dilaporkan mengalami penurunan laba di tengah penyesuaian bisnis ke arah digital dan pengurangan jumlah toko fisik.

"Optimalisasi portofolio toko memberikan dampak yang agak negatif terhadap penjualan kuartal pertama 2026, akibat penutupan dan pembangunan kembali toko," jelas pihak H&M dalam laporan pendapatan mereka, dikutip dari The Sun.

"Namun, untuk tahun penuh 2026, efek penjualan dari optimalisasi toko diperkirakan akan sedikit positif," tambahnya.

Perusahaan menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, termasuk mendorong margin per meter persegi dan menekan biaya operasional. Fenomena ini juga dinilai mencerminkan perubahan perilaku konsumen global.

"Para pembeli kini lebih mementingkan nilai, lebih banyak berbelanja online, dan kurang loyal terhadap toko fisik tradisional," ujar CEO Retail Tech Media Nexus, Dominick Miserandino sebelumnya kepada The U.S. Sun.

"Itulah mengapa kita melihat begitu banyak perusahaan tersandung. Kondisi ekonomi sedang sulit," kata dia.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

H&M Bakal Tutup di RI, Bos Mal Ungkap Nasib Gerainya | Monitor Indonesia