Jakarta, MI - Gilarsi Wahju Setijono resmi mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama emiten kendaraan listrik Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, per 13 Mei 2026.
Pengunduran diri tersebut akan mulai berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan melalui mekanisme tata kelola perusahaan dan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (19/5/2026).
Menanggapi hal itu, Komisaris Utama VKTR, Anindya N. Bakrie, menyampaikan bahwa dewan komisaris menghormati keputusan tersebut.
“Kami menghormati keputusan Bapak Gilarsi Wahju Setijono dan menyampaikan apresiasi atas kontribusinya yang berharga bagi perkembangan Perusahaan,” ujar Anindya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (14/5/2026).
Anindya menegaskan, pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika korporasi yang wajar. Proses tersebut, kata dia, dilakukan secara terukur dan profesional sambil menjaga kelangsungan arah strategis Perusahaan, stabilitas operasional, dan komitmen terhadap semua pemangku kepentingan.
VKTR memastikan proses transisi kepemimpinan akan dijalankan secara tertib, sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Yang terpenting, arah strategis VKTR tetap kuat dan berkelanjutan.
Ke depan, VKTR akan terus berfokus pada penguatan fondasi bisnis, penciptaan nilai jangka panjang, dan mempertahankan komitmennya kepada semua pemangku kepentingan.
Perusahaan juga menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu operasional maupun fokus strategi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik Indonesia, termasuk penguatan rantai pasok industri mobilitas hijau nasional.
VKTR juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan kepemimpinan Gilarsi Wahju Setijono selama menjabat Direktur Utama. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan berhasil memperkuat fondasi bisnisnya, memperluas kolaborasi strategis, dan mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Salah satu pencapaian penting dalam periode tersebut adalah peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik VKTR di Magelang, Jawa Tengah, yang mencerminkan komitmen Perusahaan dalam mendukung transformasi mobilitas hijau sekaligus memperkuat kemampuan industri dalam negeri.
Sebagai informasi, pabrik yang memasok bus listrik untuk TransJakarta tersebut baru saja diresmikan oleh Prabowo Subianto pada 9 April 2026.
Sebagai perusahaan yang berfokus pada percepatan transisi energi dan penurunan emisi karbon, VKTR menegaskan akan terus menjalankan agenda strategisnya dalam mendorong mobilitas ramah lingkungan. Upaya itu mencakup elektrifikasi transportasi umum dan komersial, memperkuat kemitraan strategis, serta mengembangkan solusi mobilitas rendah emisi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar nasional.
Sejalan dengan visi tersebut, VKTR juga berkomitmen memperkuat industri dalam negeri dengan meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) melalui pengembangan ekosistem manufaktur, kolaborasi dengan industri perakitan bodi kendaraan di Indonesia, serta penguatan rantai nilai kendaraan listrik di Indonesia.
Perusahaan menilai bahwa pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas industri lokal agar dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Sementara itu, perusahaan menyatakan akan menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses transisi kepemimpinan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi serta regulasi yang berlaku.

