Jakarta, MI – Emiten Grup Djarum, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli, bersiap melakukan aksi korporasi besar dengan menerbitkan hingga 9,5 miliar saham baru.
Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 4 Juni 2026.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Rabu (13/5/2026), manajemen BELI menyebut salah satu agenda utama rapat adalah persetujuan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Penerbitan saham baru itu akan dilakukan melalui dua skema. Pertama, program kepemilikan saham untuk manajemen dan karyawan (MESOP) dengan maksimal 4,5 miliar saham baru atau sekitar 3,28% dari modal disetor Perseroan.
Kedua, penambahan modal di luar program MESOP dengan penerbitan maksimal 5 miliar saham baru atau sekitar 3,64% dari modal disetor.
Dengan demikian, total saham baru yang berpotensi diterbitkan BELI mencapai 9,5 miliar lembar saham.
Manajemen BliBli menyatakan aksi korporasi tersebut akan dilakukan sesuai aturan OJK dan regulasi pasar modal yang berlaku.
Selain membahas penerbitan saham baru, BliBli juga akan meminta persetujuan pemegang saham untuk menyesuaikan Anggaran Dasar Perseroan agar sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Sementara dalam agenda RUPST, BliBli akan membahas laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penetapan remunerasi Direksi dan Komisaris, penunjukan akuntan publik, hingga pengangkatan kembali jajaran Direksi dan Komisaris.
Rapat akan digelar secara hybrid di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta dan melalui platform eASY.KSEI.

