Jakarta, MI - Nilai tukar rupiah sempat menembus level Rp17.000 per dolar AS dan menjadi sorotan publik. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena kurs tersebut melewati rekor saat krisis moneter 1998 yang kala itu berada di level Rp16.800 per dolar AS.
Meski begitu, rupiah ternyata belum menjadi mata uang terlemah di dunia. Berdasarkan daftar yang dirilis Forbes per 5 Mei 2026, masih ada sejumlah mata uang lain yang nilainya lebih lemah dibanding rupiah terhadap dolar AS.
Berikut daftar 10 mata uang terlemah di dunia versi Forbes:
1. Rial Iran (IRR)
Rial Iran tercatat sebagai mata uang paling lemah di dunia saat ini. Mengacu pada data kurs pasar bebas Alanchand per 15 Mei 2026, nilai tukar 1 dolar AS setara dengan 1.822.000 rial Iran. Dengan kurs tersebut, satu rial hanya bernilai sekitar US$0,00000055.
Mata uang yang mulai digunakan sejak akhir abad ke-18 itu terus mengalami tekanan meski Iran dikenal sebagai salah satu eksportir utama minyak dan gas dunia. Sanksi ekonomi yang berlangsung lama, ditambah konflik dengan Israel dan Amerika Serikat, menjadi penyebab utama nilai rial terus merosot.
2. Pound Lebanon (LBP)
Berdasarkan data Xe Currency Converter per 15 Mei 2026, satu dolar AS kini setara dengan 89.415,70 pound Lebanon. Sebagai negara yang mengandalkan sektor jasa serta ekspor logam dan produk kimia, Lebanon tengah menghadapi badai ekonomi yang serius. Kombinasi antara pertumbuhan ekonomi yang stagnan, inflasi yang tak terkendali, tingginya angka pengangguran, hingga krisis perbankan dan ketidakstabilan politik menjadi penyebab utama rapuhnya nilai LBP.
3. Dong Vietnam (VND)
Satu dolar AS tercatat setara dengan 26.322,41 dong Vietnam per 15 Mei 2026. Meskipun Vietnam memiliki struktur ekonomi kuat di sektor elektronik, energi, dan tekstil, nilai tukar mata uangnya masih berada di level yang rendah.
Tekanan pada dong dipicu oleh pembatasan ekspor, perlambatan permintaan global, serta dampak suku bunga tinggi yang bertahan lama di Amerika Serikat.
4. Kip Laos (LAK)
Kip Laos yang mulai digunakan sejak 1950-an hingga kini masih masuk dalam jajaran mata uang dengan nilai terendah di dunia. Berdasarkan kurs per 15 Mei 2026, satu dolar AS setara dengan 21.946,67 kip Laos.
Padahal, Laos memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah, seperti tembaga, emas, dan kayu. Namun, kondisi geografis negara yang tidak memiliki akses laut membuat perekonomiannya menghadapi berbagai tantangan. Pertumbuhan ekonomi yang lambat, tingginya utang luar negeri, serta inflasi yang terus merangkak naik menjadi beban utama bagi stabilitas mata uang ini.
5. Rupiah Indonesia (IDR)
Sementara itu, rupiah Indonesia juga masuk dalam daftar mata uang terlemah versi Forbes. Berdasarkan data JISDOR Bank Indonesia pada 13 Mei 2026, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.496 per dolar AS. Meskipun sektor jasa tumbuh pesat, rupiah terus mendapat tekanan akibat inflasi dan kekhawatiran pasar terhadap ancaman resesi.
6. Som Uzbekistan (UZS)
Sejak diperkenalkan pada 1993, som Uzbekistan tetap berada dalam kelompok mata uang bernominal rendah. Per 15 Mei 2026, satu dolar AS setara dengan 11.995,61 som. Meski merupakan eksportir kapas dan memiliki cadangan mineral melimpah, reformasi ekonomi di negara bekas republik Soviet ini masih dibayangi oleh masalah korupsi dan pengangguran.
7. Franc Guinea (GNF)
Guinea, negara di Afrika Sub-Sahara yang kaya akan emas dan berlian, memiliki mata uang yang nilainya masih terpuruk. Per 13 Mei 2026, satu dolar AS setara dengan 8.778,61 franc Guinea. Krisis nilai tukar di negara bekas koloni Prancis ini dipicu oleh inflasi tinggi, ketidakstabilan militer, serta arus pengungsi dari negara tetangga.
8. Franc Burundi (BIF)
Mata uang yang telah beredar sejak 1916 ini tercatat berada di posisi 2.976,62 per dolar AS pada 14 Mei 2026. Ekonomi Burundi sangat bergantung pada ekspor kopi dan teh yang menyumbang 90% total ekspor mereka. Ketergantungan pada sektor pertanian ini membuat nilai tukar BIF sangat rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global.
9. Ariary Malagasi (MGA)
Berdasarkan data terbaru, nilai tukar ariary Madagaskar berada di level 4.187,86 per dolar AS. Negara kepulauan yang mengandalkan sektor pertanian dan pertambangan, termasuk komoditas vanili dan nikel, itu masih menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas mata uangnya di tengah tantangan infrastruktur dan keterbatasan ekonomi.
10. Guarani Paraguay (PYG)
Sementara itu, guarani Paraguay menempati posisi ke-10 dalam daftar mata uang terlemah di dunia dengan kurs 6.118,73 per dolar AS. Padahal, Paraguay dikenal sebagai produsen utama kedelai dan daging sapi. Namun, nilai mata uangnya masih sulit menguat akibat inflasi yang berkepanjangan, masalah korupsi, serta maraknya peredaran uang palsu di negara tersebut.

