Jakarta, MI - PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mengalami kerugian yang signifikan pada kuartal I-2026, dari porsi untung di periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip Sabtu (16/5/2026), XLSmart mencatat rugi bersih sebesar Rp716,93 miliar pada kuartal I-2026, perolehan itu berbanding terbalik dari laba Rp384,56 miliar di kuartal I-2025.
Akibatnya, rugi per saham dasar dan dilusian tercatat sebesar Rp39 per saham, dari sebelumnya laba Rp29 per saham pada kuartal I 2025.
Meski merugi, pendapatan perusahaan justru tumbuh cukup tinggi. EXCL membukukan pendapatan sebesar Rp11,82 triliun atau naik 37,44% dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp8,6 triliun.
Namun, lonjakan pendapatan tersebut belum mampu menutup kenaikan berbagai beban operasional perusahaan.
Beban penyusutan naik tajam menjadi Rp5,36 triliun dari sebelumnya Rp2,87 triliun. Beban infrastruktur juga meningkat menjadi Rp3,41 triliun dari Rp2,34 triliun.
Selain itu, beban interkoneksi dan biaya langsung lainnya naik menjadi Rp1,18 triliun, sementara beban gaji dan kesejahteraan karyawan melonjak menjadi Rp877,43 miliar dari sebelumnya Rp514,95 miliar.
Beban penjualan dan pemasaran ikut meningkat menjadi Rp781,63 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi naik menjadi Rp162,99 miliar.
Di sisi lain, biaya keuangan perusahaan juga bertambah menjadi Rp987,19 miliar dari sebelumnya Rp775,92 miliar.
Secara keseluruhan, total beban XLSmart mencapai Rp11,71 triliun atau naik 61,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,24 triliun.
Hingga akhir Maret 2026, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp111,85 triliun, turun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp115,32 triliun.
Sedangkan total liabilitas turun menjadi Rp82,53 triliun dari sebelumnya Rp85,3 triliun, dan total ekuitas menyusut menjadi Rp29,31 triliun.

