BREAKINGNEWS

IHSG Ambruk ke 6.599 usai Rebalancing MSCI, Saham DSSA dan CUAN Terpukul

IHSG Ambruk ke 6.599 usai Rebalancing MSCI, Saham DSSA dan CUAN Terpukul
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan. (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Senin (18/5/2026), setelah pasar merespons dampak rebalancing indeks MSCI yang mulai berlaku.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 124 poin atau 1,85 persen ke level 6.599,24. Bahkan sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level terendah di 6.398 sebelum akhirnya memangkas sebagian pelemahan menjelang penutupan pasar.

Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor saham. Tercatat sebanyak 616 saham melemah, hanya 125 saham menguat, dan 79 saham bergerak stagnan.

Di data perdagangan, volume transaksi mencapai 31,99 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp20,71 triliun. Sedangkan frekuensi perdagangan tercatat mencapai 2,57 juta kali transaksi.

Saham-saham yang terdampak perubahan komposisi indeks MSCI menjadi sorotan utama. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi salah satu yang paling tertekan setelah resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index. Saham DSSA anjlok 14,98 persen ke level Rp880 per saham.

Tekanan juga terjadi pada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik konglomerat Prajogo Pangestu yang turun 11,76 persen ke level Rp750 per saham. Kemudian, saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) ikut masuk daftar top losers setelah merosot 14,6 persen ke level Rp1.080 per saham. Saham WBSA juga menjadi salah satu saham teraktif dengan frekuensi transaksi tertinggi di pasar.

Di tengah tekanan IHSG, sejumlah saham lapis kecil justru mencatat kenaikan signifikan. Saham PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 31,33 persen ke Rp109 per saham. Dilanjutkan saham PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) naik 16,87 persen ke Rp97 dan PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) menguat 12,98 persen ke level Rp183 per saham.

Untuk saham paling aktif diperdagangkan, WBSA memimpin dengan frekuensi transaksi mencapai 129.561 kali. Posisi berikutnya ditempati PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dengan 106.972 transaksi dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebanyak 90.529 transaksi.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

IHSG Ambruk ke 6.599 usai Rebalancing MSCI | Monitor Indonesia