Jakarta, MI - Pemerintah memastikan harga LPG subsidi tabung 3 kilogram (kg) tetap tidak berubah meski nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
Asal tahu saja, nilai tukar rupiah sempat melemah hingga Rp17.680 per USD di perdagangan hari ini. Pelemahan itu merupakan paling terparah sepanjang masa.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menegaskan harga LPG subsidi tetap dipertahankan di kisaran Rp20.000 hingga Rp22.000 per tabung.
"Belum ada perubahan, harga LPG subsidi tetap tidak berubah," kata Laode saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Dia mengatakan pemerintah tetap melanjutkan kebijakan subsidi energi hingga akhir tahun 2026 sesuai arahan Menteri ESDM.
"Sudah disampaikan Pak Menteri ESDM sampai akhir tahun ini, jadi LPG juga tetap tidak berubah," ungkap dia.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.680 per dolar AS di pasar spot.
Selain LPG, pemerintah juga mulai mencermati dampak pelemahan rupiah terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Sebab, penentuan harga BBM sangat dipengaruhi pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Meski demikian, dia menegaskan prioritas utama saat ini adalah menjaga stabilitas harga energi agar tidak semakin membebani masyarakat.

