BREAKINGNEWS

IHSG Anjlok 3%, Danantara: Naik Turun Hal yang Wajar

IHSG Anjlok 3%, Danantara: Naik Turun Hal yang Wajar
Wisma Danantara Indonesia. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Gerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah cukup dalam pada sesi I perdagangan Selasa (19/5/2026). IHSG tercatat turun 3,08% atau 202,97 poin ke level 6.396,27 di tengah tekanan pasar global dan sentimen negatif di pasar keuangan.

Bahkan, saat ini IHSG turun lebih dalam sekitar 3,44% atau setara 227 poin ke level 6.372.

Adanya penurunan itu, Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani mengaku tetap optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia dalam jangka panjang. 

Menurut Rosan, pergerakan naik turun IHSG merupakan hal yang wajar dalam dunia investasi.

"Saya sangat yakin dalam jangka panjang bursa kita akan terus tumbuh, baik dari sisi kapitalisasi pasar, jumlah emiten, maupun jumlah investornya," kata dia di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Rosan menegaskan Danantara tidak melihat pergerakan pasar hanya dari sisi harian atau bulanan. Fokus investasi yang dijalankan lebih mengutamakan fundamental perusahaan dan prospek jangka panjang.

"Pendekatan kami bukan harian atau bulanan, tetapi jangka panjang," ungkap Rosan.

Rosan juga menyoroti pertumbuhan jumlah investor domestik yang dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar modal Indonesia. 

Saat ini, jumlah investor ritel disebut telah mencapai sekitar 26-27 juta investor, meningkat dibanding tahun lalu yang berada di kisaran 20 juta investor.

"Artinya ada tambahan sekitar enam juta investor. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia masih sangat besar," tegas dia.

Lanjut Rosan menyatakan, peningkatan jumlah investor tersebut mencerminkan optimisme masyarakat terhadap prospek pasar modal ke depan. Sebab, jika kepercayaan menurun, jumlah investor justru akan berkurang.

Ia juga menilai pertumbuhan investor muda menjadi peluang besar bagi pengembangan pasar modal nasional. Maka dari itu, edukasi maupun literasi keuangan mengenai investasi jangka menengah dan panjang dinilai semakin penting.

"Kita perlu memberikan pemahaman bahwa investasi di pasar modal bukan untuk jangka pendek, tetapi investasi jangka menengah dan panjang, demi mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia ke depannya," tutup Rosan.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

IHSG Anjlok 3%, Danantara: Naik Turun Hal yang Wajar  | Monitor Indonesia