BREAKINGNEWS

Rumah Second Melejit, Pasar Properti 2026 Dinilai Tetap On The Track

Rumah Second Melejit, Pasar Properti 2026 Dinilai Tetap On The Track
Anggota Satgas Perumahan sekaligus pengamat properti, Panangian Simanungkalit (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI — Pasar properti nasional pada 2026 dinilai masih berada di jalur positif di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap rumah second atau pasar sekunder.

Tren ini dipandang menjadi katalis baru yang mampu menjaga momentum pertumbuhan sektor perumahan nasional sekaligus membuka akses kepemilikan hunian yang lebih luas bagi masyarakat.

Anggota Satgas Perumahan sekaligus pengamat properti, Panangian Simanungkalit, mengatakan pasar rumah second kini mulai menjadi pilihan rasional, terutama bagi generasi muda yang ingin memiliki hunian dengan harga lebih kompetitif namun tetap memiliki legalitas yang jelas.

“Pasar properti saat ini masih on the track karena ada momentum kuat dari rumah second ke pasar sekunder. Ini peluang besar, khususnya bagi Gen Z, untuk mulai masuk ke pasar properti dengan legalitas yang relatif aman dan harga yang masih terjangkau,” ujar Panangian di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, pertumbuhan pasar rumah second tidak lepas dari ketimpangan antara kebutuhan hunian masyarakat dengan ketersediaan rumah baru yang masih terbatas setiap tahun. Kondisi tersebut membuat pasar sekunder semakin relevan sebagai solusi alternatif untuk menekan backlog perumahan nasional yang hingga kini masih tinggi.

Panangian menilai rumah second memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan hunian baru. Selain banyak berada di kawasan yang sudah berkembang, aset-aset tersebut umumnya memiliki akses infrastruktur yang matang dan berada di lokasi strategis dengan nilai tanah yang terus meningkat.

“Rumah second biasanya berada di kawasan premium dengan harga tanah yang masih mengacu pada nilai puluhan tahun lalu. Ibaratnya, beli tanahnya saja sebenarnya sudah untung,” katanya.

Ia juga mengungkapkan dalam waktu dekat diperkirakan akan ada pelepasan puluhan ribu aset rumah second melalui mekanisme lelang, yang disebut menjadi salah satu gelombang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Properti yang dipasarkan mencakup berbagai segmen mulai dari rumah subsidi, rumah komersial, apartemen hingga kavling dengan rentang harga yang bervariasi.

Menurut Panangian, besarnya pasokan rumah second tersebut dapat menjadi momentum penting bagi pasar properti nasional di tengah tantangan daya beli masyarakat dan tingginya harga rumah baru.

“Pasar rumah second menarik karena sebagian besar aset berada di kawasan yang sudah hidup, infrastrukturnya terbentuk, dan harga tanah terus naik. Dari sisi investasi maupun kebutuhan hunian, potensinya masih sangat besar,” tuturnya.

Ia memastikan aset-aset yang dipasarkan nantinya telah melalui proses pengecekan legalitas sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir terkait status kepemilikan maupun aspek administrasi. Selain itu, skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khusus untuk pembelian rumah second juga disiapkan guna memperluas akses pembiayaan masyarakat.

Panangian optimistis penguatan pasar sekunder akan memberi efek berantai terhadap industri properti nasional, mulai dari meningkatnya likuiditas pasar hingga bertambahnya pilihan hunian bagi masyarakat.

“Selama ini masyarakat terlalu fokus pada rumah baru, padahal rumah second juga punya value yang tinggi. Dengan edukasi yang tepat, pasar sekunder bisa menjadi motor baru pertumbuhan sektor properti nasional,” ucapnya.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru

Rumah Second Bisa Jadi Solusi Backlog dan Peluang Investasi | Monitor Indonesia