Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona merah pada perdagangan Rabu (20/5/2026), di tengah tekanan jual yang belum mereda pasca rebalancing indeks MSCI pekan lalu.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 52,18 poin atau melemah 0,82% ke level 6.318,5.
Pergerakan indeks sepanjang hari berlangsung cukup fluktuatif. Pada sesi pertama, IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.459 sebelum akhirnya jatuh hingga ke posisi terendah intraday di level 6.215 akibat tekanan jual yang cukup besar.
Aktivitas perdagangan tercatat masih ramai dengan volume transaksi mencapai 41,12 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp22,35 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,47 juta kali.
Jumlah saham yang melemah tercatat sebanyak 483 emiten. Meski masih dominan, angka tersebut lebih rendah dibanding dua hari sebelumnya yang mencapai lebih dari 600 saham merah. Sementara itu, sebanyak 208 saham menguat dan 126 saham bergerak stagnan.
Di tengah pelemahan pasar, beberapa saham masih mampu mencatat penguatan signifikan. Saham PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 29,33% ke level Rp194 per saham.
Selain itu, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) naik 19,75% ke Rp7.125 dan PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) menguat 15,57% ke Rp141 per saham.
Sebaliknya, saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu mendominasi daftar top losers pada perdagangan hari ini.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin pelemahan setelah anjlok 14,74% ke Rp2.660.
Selanjutnya, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 10,18% ke Rp1.720, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) merosot 9,71% ke Rp790, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melemah 9,23% ke Rp590 per saham.
Tekanan juga terjadi pada saham PT Petrosea Tbk (PTRO) yang turun 7,41% ke Rp4.000 serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang melemah 7,62% ke Rp2.790 per saham.

