BREAKINGNEWS

Bank Mandiri Sambut Positif Kenaikan BI Rate ke Level 5,25%

Bank Mandiri Sambut Positif Kenaikan BI Rate ke Level 5,25%
Bank Mandiri. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, MI - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyambut positif keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista mengatakan kebijakan tersebut menunjukkan komitmen BI dalam menjaga stabilitas pasar keuangan sekaligus mengendalikan inflasi.

Menurutnya, kondisi inflasi nasional hingga April 2026 masih terjaga sesuai target bank sentral.

"Hal itu terlihat dari inflasi April 2026 yang tercatat 2,42 persen secara tahunan dan masih berada dalam target BI," ujar Adhika dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Ia juga menilai BI tetap memastikan likuiditas perbankan berada dalam kondisi cukup sehingga penyaluran kredit dapat terus berjalan.

"Bank Mandiri memandang kebijakan ini sebagai langkah yang tepat untuk memperkuat fondasi makroekonomi nasional dalam jangka menengah," ungkap dia.

Adhika menegaskan Bank Mandiri akan terus menjalankan fungsi intermediasi secara optimal dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kepentingan nasabah, dan pengelolaan risiko yang prudent.

Menurutnya, penyesuaian suku bunga kredit maupun simpanan akan dilakukan secara hati-hati dan terukur.

“Setiap penyesuaian akan dilakukan secara terukur sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Ke depan, Bank Mandiri akan terus memantau perkembangan kebijakan moneter untuk memastikan penyaluran kredit tetap berjalan baik dan mendukung perekonomian nasional.

“Bank Mandiri akan terus mencermati perkembangan kebijakan moneter agar intermediasi perbankan tetap optimal bagi nasabah dan perekonomian,” pungkasnya.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Bank Mandiri Sambut Positif Kenaikan BI Rate ke Level 5,25% | Monitor Indonesia