Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan Senin (25/5/2026), meski pada akhir pekan lalu berhasil ditutup menguat 1,1% ke level 6.162.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, penguatan IHSG pada Jumat (22/5/2026) terutama didorong kenaikan saham sektor energi dan barang baku. Kedua sektor tersebut masing-masing melonjak 6,85% dan 4,84%.
Kenaikan itu dipicu rumor bahwa pemerintah Indonesia akan menunda penerapan penuh kebijakan ekspor batu bara dan komoditas strategis lainnya yang dikendalikan negara hingga 1 Januari 2027.
"Penundaan tersebut dinilai memberi waktu transisi lebih panjang bagi eksportir dan pembeli internasional untuk menyesuaikan diri dengan aturan baru," tulis riset Phintraco Sekuritas.
Meski demikian, tekanan terhadap IHSG diperkirakan masih belum mereda. MNC Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih rawan terkoreksi dan berpotensi menguji level 5.899 sebagai area support terdekat.
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati pelaku pasar, yaitu ASII, HRUM, ISAT, dan PSAB.

