BREAKINGNEWS

Pelemahan Rupiah Akan Bebani Industri Pinjaman

Pelemahan Rupiah Akan Bebani Industri Pinjaman
Ilustrasi pinjaman online (Pinjol). (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi menambah beban operasional industri pinjaman daring (pindar) atau fintech lending.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman mengatakan, kondisi ini menjadi tantangan karena sebagian perusahaan pindar masih menggunakan layanan teknologi dan infrastruktur dari luar negeri yang pembayarannya menggunakan mata uang asing.

"Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya operasional penyelenggara pindar, terutama yang masih memakai layanan teknologi berbasis luar negeri," kata Agusman dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/5/2026).

Meski demikian, OJK menilai pelemahan rupiah tidak langsung memengaruhi penyaluran pembiayaan kepada masyarakat. 

"Dampaknya lebih terasa pada kemampuan perusahaan dalam menjaga efisiensi dan kestabilan operasional di tengah kenaikan biaya usaha," jelas dia.

Menurut Agusman, perusahaan pindar perlu melakukan berbagai langkah antisipasi agar kondisi keuangan tetap sehat. Beberapa langkah yang disarankan antara lain meningkatkan efisiensi operasional, mengelola biaya secara hati-hati, serta memperkuat manajemen risiko.

Tekanan terhadap efisiensi industri juga terlihat dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang mencapai 86,68% per Maret 2026.

Meski menghadapi tantangan tersebut, kinerja industri pindar masih menunjukkan pertumbuhan. OJK mencatat outstanding pembiayaan produktif fintech lending tumbuh 23,40% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp34,66 triliun hingga Maret 2026.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Pelemahan Rupiah Akan Bebani Industri Pinjaman | Monitor Indonesia