Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 0,72% atau naik 44,30 poin ke level 6.206,35 pada perdagangan Senin (25/5/2026).
Penguatan ini terjadi di tengah dominasi saham yang bergerak di zona hijau di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 6.124,58 hingga 6.239,59.
Berdasatkan data perdagangan BEI, ada sebanyak 498 saham naik, 243 saham turun, dan 218 saham bergerak stagnan.
Aktivitas transaksi pasar juga cukup ramai dengan nilai perdagangan mencapai Rp16,93 triliun. Sementara volume transaksi tercatat sebanyak 25,64 miliar saham dengan frekuensi perdagangan mencapai 2,04 juta kali transaksi.
Sektor transportasi menjadi penopang utama kenaikan IHSG setelah melonjak 3,83%. Selain itu, sektor keuangan naik 1,42%, sektor properti menguat 1,29%, sektor barang konsumsi siklikal bertambah 1,09%, dan sektor industri naik 0,79%.
Meski begitu, beberapa sektor masih mengalami tekanan. Sektor energi menjadi yang paling dalam terkoreksi setelah turun 2,04%. Selain itu, sektor bahan baku melemah 0,93%, sektor teknologi turun 0,31%, sektor non-siklikal turun 0,13%, dan sektor kesehatan melemah 0,09%.
Di daftar saham penguat terbesar (top gainers), saham PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) memimpin setelah melonjak 34,48% ke level Rp156 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) yang naik 28,33% ke level Rp77 per saham.
Selain itu, saham PT Tunas Alfin Tbk (TALF) naik 25% ke level Rp975 per saham, PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) menguat 24,88% ke posisi Rp1.305 per saham, dan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) naik 24,84% ke level Rp980 per saham.
Sementara di jajaran saham pelemah terbesar (top losers), saham PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) turun 15% ke level Rp119 per saham dan PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) yang melemah 14,89% ke posisi Rp120 per saham.
Disusul PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) turun 14,58% ke level Rp246 per saham, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) terkoreksi 13,53% ke posisi Rp1.470 per saham, serta PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) melemah 13,22% ke level Rp210 per saham.

