BREAKINGNEWS

350 Karyawan Xactie Depok Kena PHK, KSPI: Gelombang PHK Mulai Terjadi

350 Karyawan Xactie Depok Kena PHK, KSPI: Gelombang PHK Mulai Terjadi
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal.(Foto: Dok. MI)

Jakarta, MI - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengonfirmasi sekitar 350 karyawan PT Xactie Indonesia di Depok, Jawa Barat, terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah perusahaan tersebut tutup karena tekanan ekonomi dan melemahnya pasar global.

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan kasus PT Xactie menjadi bukti kuat, bahwa ancaman gelombang PHK yang sebelumnya diperingatkan KSPI kini mulai terjadi.

“Benar, sekitar 350 pekerja PT Xactie di Depok terkena PHK dan perusahaannya tutup. Ini membuktikan bahwa peringatan KSPI sebelumnya memang nyata terjadi,” ujar Said Iqbal dalam keterangan resminya, seperti diberitakan Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, para pekerja yang terkena PHK mendapatkan pesangon sebesar dua kali ketentuan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, ditambah penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sesuai kesepakatan bersama.

KSPI menilai penyebab utama PHK dan penutupan perusahaan adalah tekanan ekonomi global akibat perang berkepanjangan yang memicu kenaikan harga bahan baku impor dan biaya produksi.

“Bahan baku impor yang dibeli menggunakan dolar menjadi jauh lebih mahal. Sementara pasar ekspor sedang lesu. Karena PT Xactie berorientasi ekspor, perusahaan akhirnya tidak mampu bertahan,” jelas Said Iqbal.

Ia menyatakan sejak awal April 2026 KSPI sudah memperingatkan adanya potensi PHK di 10 perusahaan dengan jumlah pekerja terdampak diperkirakan mencapai sekitar 9.000 orang.

Selain di Depok, PHK juga disebut mulai terjadi di berbagai kawasan industri lain seperti Banten, Tangerang, Serang, Karawang, hingga Sidoarjo.

Di wilayah Banten dan Tangerang, beberapa perusahaan seperti PT Shewa, Luncheong, dan PT PWI melakukan PHK terhadap ratusan pekerja, terutama di sektor sepatu dan tekstil.

Sementara itu, perusahaan besar seperti PT Nikomas Gemilang juga disebut mengurangi sekitar 279 pekerja.

Di Karawang, terdapat perusahaan yang tutup dengan jumlah pekerja terdampak sekitar 295 orang. Selain itu, terdapat pengurangan tenaga kerja akibat efisiensi dan persoalan hubungan industrial.

Sedangkan di Sidoarjo, Jawa Timur, CV Asri juga melakukan PHK terhadap sekitar 200 pekerja.

Said Iqbal menilai industri otomotif dan sektor turunannya juga mulai terdampak akibat kenaikan harga kendaraan dan melemahnya daya beli masyarakat.

“Permintaan turun, biaya produksi naik, akhirnya perusahaan melakukan efisiensi dan PHK,” katanya.

KSPI memperkirakan ancaman PHK masih akan berlanjut dalam tiga bulan ke depan karena banyak perusahaan mulai kesulitan bersaing akibat tingginya biaya produksi dan melemahnya permintaan pasar.

Menghadapi kondisi tersebut, KSPI dan Partai Buruh mengaku terus berkomunikasi dengan pemerintah dan DPR RI untuk mendorong langkah mitigasi PHK.

Pemerintah sendiri disebut telah membentuk Satgas Mitigasi PHK guna mengantisipasi dampak pemutusan kerja massal.

Selain itu, KSPI juga mendorong agar korban PHK dapat difasilitasi untuk memperoleh pekerjaan baru di perusahaan lain.

Sebagai bentuk bantuan bagi pekerja terdampak, KSPI dan Partai Buruh telah membuka Posko Orange atau Posko Advokasi PHK untuk mendampingi para buruh yang kehilangan pekerjaan.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

350 Karyawan Xactie Depok Kena PHK | Monitor Indonesia