Jakarta, MI - Salah satu emiten milik Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menyalurkan pinjaman senilai total Rp1,34 triliun kepada dua anak usahanya untuk membiayai akuisisi perusahaan tambang nikel di Konawe Utara.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pinjaman tersebut diberikan pada 22 Mei 2026 kepada PT Adhi Prakarsa Raya (APR) sebesar Rp749,59 miliar dan PT Sumber Cahaya Raya (SCR) sebesar Rp591,78 miliar.
Dana pinjaman itu akan digunakan APR dan SCR untuk mengakuisisi saham PT Konutara Sejati dan PT Karyatama Konawe Utara.
Manajemen PACK menjelaskan pinjaman tersebut diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan dengan jangka waktu dua tahun serta dapat diperpanjang.
Menurut perusahaan, transaksi dilakukan dengan pihak terafiliasi karena dinilai lebih efisien dan memiliki kesamaan tujuan bisnis.
“Transaksi ini lebih efektif dan efisien dilakukan dengan pihak terafiliasi karena adanya keselarasan tujuan bisnis dan efisiensi operasional,” tulis manajemen PACK.
PACK diketahui menguasai lebih dari 99% saham APR dan SCR. Karena itu, transaksi ini masuk kategori afiliasi yang dikecualikan dari kewajiban menggunakan penilai independen sesuai aturan OJK.
Meski nilai transaksi mencapai Rp1,34 triliun dan tergolong material, manajemen memastikan pinjaman tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kondisi keuangan perusahaan.

