Jakarta, MI - Chairman BP, Albert Manifold, diberhentikan mendadak setelah belum genap delapan bulan memimpin perusahaan migas raksasa asal Inggris tersebut.
Pasca pemecatan itu, saham BP merosot hingga 9 persen. Kondisi tersebut menjadi pukulan bagi upaya manajemen yang tengah berusaha meyakinkan pasar bahwa perusahaan telah kembali stabil.
Manajemen BP menyatakan keputusan pencopotan Manifold berkaitan dengan persoalan tata kelola dan perilaku.
Mengutip Reuters, dua sumber yang mengetahui pemecatan menyebut Manifold bertemu secara diam-diam dengan pemegang saham aktivis Elliott Management tanpa memberi tahu anggota dewan lainnya.
Selain itu, pertemuan tersebut menambah daftar keluhan mengenai perilaku intimidatif terhadap staf eksekutif maupun pegawai level bawah yang membuat dewan direksi khawatir.
Interaksi Manifold dengan Elliott sebenarnya tidak melanggar aturan secara langsung dan bukan alasan utama pemecatannya. Namun, pertemuan tersebut dipandang sebagai tindakan sepihak dan tidak beritikad baik terhadap anggota dewan lainnya.
Sumber lain yang mengetahui persoalan itu mengatakan seluruh komunikasi dengan pemegang saham seharusnya dilaporkan kepada dewan direksi sebagai bagian dari pembaruan rutin hubungan investor.
Meski begitu, pertemuan dengan Elliott tidak sepenuhnya dirahasiakan. Manifold telah memberi tahu tim hubungan investor BP bahwa dirinya beberapa kali bertemu dengan Elliott.
Pada Selasa lalu, empat sumber kepada Reuters menyebut Manifold bersikap agresif terhadap berbagai kolega di perusahaan sehingga posisinya menjadi tidak dapat dipertahankan.
Seusai pencopotan tersebut, BP menunjuk Ian Tyler sebagai chairman sementara.
Di sisi lain, Elliott, hedge fund aktivis asal AS, sebelumnya mengungkap memiliki lebih dari 5 persen saham BP. Namun, sejak itu belum memberikan pembaruan publik mengenai besaran kepemilikannya.
Elliott mendorong BP untuk melakukan efisiensi biaya, mengalihkan fokus dan belanja dari proyek energi terbarukan ke minyak dan gas, serta menyederhanakan struktur organisasi perusahaan.
Manifold memang tengah berupaya mempercepat restrukturisasi BP. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan telah menerapkan sebagian besar perubahan tersebut.
Manifold mengaku pemecatannya dilakukan tanpa peringatan. Ia juga membantah pencopotannya berkaitan dengan persoalan perilaku dan menegaskan siap melawan setiap narasi palsu.
"Apakah mungkin, dalam tekad saya mendorong perubahan terkait biaya, kinerja, neraca, dan komunikasi pemegang saham, saya terlalu keras dan menantang orang secara langsung? Ya, mungkin saja," katanya dalam pernyataan pada Kamis (28/5/2026).
"Yang tidak saya terima adalah kebohongan tentang diri saya, maupun orang-orang yang bersembunyi di balik anonimitas saat mengomentari masa kerja saya di BP," sambungnya.
Juru bicara Manifold pada Kamis menolak memberikan komentar terkait langkah yang akan diambil terhadap BP.
Kepergian Manifold menambah daftar pergantian mendadak petinggi BP dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, mantan CEO Bernard Looney dan Murray Auchincloss juga tersingkir dari jajaran pimpinan perusahaan.

