BREAKINGNEWS

BEI Rombak Papan Saham 43 Emiten, GOTO hingga TPIA Berubah Status

BEI Rombak Papan Saham 43 Emiten, GOTO hingga TPIA Berubah Status
Main hall Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan perubahan papan pencatatan terhadap puluhan emiten setelah melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja perusahaan, kepatuhan aturan, serta persyaratan pencatatan saham di pasar modal.

Dalam pengumuman resmi yang ditandatangani Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar, tercatat ada 43 emiten yang mengalami perpindahan papan pencatatan. Kebijakan tersebut mulai berlaku efektif pada Jumat (29/5/2026).

Perubahan itu terdiri dari tiga kategori, yakni emiten yang naik dari Papan Pengembangan ke Papan Utama, emiten yang turun dari Papan Utama ke Papan Pengembangan, serta perpindahan dari Papan Ekonomi Baru ke Papan Pengembangan.

26 Emiten Naik ke Papan Utama

Sebanyak 26 perusahaan berhasil promosi ke Papan Utama setelah dinilai memenuhi sejumlah indikator, seperti kondisi fundamental, nilai aset, hingga keberlangsungan bisnis perusahaan.

Beberapa emiten yang berhasil naik kelas antara lain:

  • PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
  • PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO)
  • PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG)
  • PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR)
  • PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
  • PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR)
  • PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT)
  • PT Central Omega Resources Tbk (DKFT)
  • PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)
  • PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
  • PT FKS Multi Agro Tbk (FISH)
  • PT Galva Technologies Tbk (GLVA)
  • PT Gozco Plantations Tbk (GZCO)
  • PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO)
  • PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD)
  • PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT)
  • PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK)
  • PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB)
  • PT Merck Tbk (MERK)
  • PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU)
  • PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM)
  • PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT)
  • PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
  • PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN)
  • PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO)
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

15 Emiten Turun ke Papan Pengembangan

Di sisi lain, terdapat 15 emiten yang harus turun dari Papan Utama ke Papan Pengembangan karena dinilai belum lagi memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan BEI.

Beberapa saham yang mengalami penurunan status di antaranya:

  • PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK)
  • PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA)
  • PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID)
  • PT GTS Internasional Tbk (GTSI)
  • PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA)
  • PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS)
  • PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE)
  • PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP)
  • PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI)
  • PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
  • PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR)
  • PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT)
  • PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA)
  • PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ)
  • PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU)

GOTO dan BELI Keluar dari Papan Ekonomi Baru

Selain perpindahan tersebut, dua emiten teknologi besar juga berpindah dari Papan Ekonomi Baru ke Papan Pengembangan, yakni PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Khusus untuk GOTO, BEI memastikan status Saham Dengan Hak Suara Multipel (SDHSM) atau Multiple Voting Shares (MVS) tetap melekat pada perseroan meski terjadi perpindahan papan pencatatan.

BEI secara rutin melakukan evaluasi papan pencatatan setiap Mei dan November untuk memastikan perusahaan tercatat tetap memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku di pasar modal Indonesia.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

BEI Rombak Papan Saham 43 Emiten | Monitor Indonesia