Jakarta, MI - Achmad Kalla yang merupakan adik mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla tercatat menjual saham PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) dalam jumlah besar.
Berdasarkan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), transaksi tersebut dilakukan pada 22 Mei 2026 dengan total saham yang dilepas mencapai 269,23 juta lembar atau setara 10,19% kepemilikan di perseroan.
Penjualan saham dilakukan di harga Rp725 per saham dan disebutkan bertujuan untuk divestasi investasi. Dari transaksi tersebut, nilai dana yang diperoleh diperkirakan mencapai sekitar Rp195,19 miliar.
Setelah aksi penjualan tersebut, porsi kepemilikan Achmad Kalla di BUKK turun cukup besar. Sebelumnya ia menguasai 674,95 juta saham atau sekitar 25,56%, namun kini tersisa 405,72 juta saham atau setara 15,37%.
Transaksi ini sekaligus mengubah susunan pemegang saham di emiten konstruksi dan manufaktur yang berada di bawah Grup Kalla tersebut.
Seluruh saham yang dijual Achmad Kalla dibeli oleh dua investor individu, yakni Nadia Achmad dan Laila Achmad.
Nadia Achmad mengakuisisi 134,61 juta saham BUKK di harga Rp725 per saham. Dengan pembelian itu, kepemilikannya meningkat dari 1,93% menjadi 7,03% atau setara 185,61 juta saham.
Jumlah pembelian serupa juga dilakukan Laila Achmad yang membeli 134,61 juta saham. Kepemilikannya bertambah dari 1,78% menjadi 6,88% atau sebanyak 181,61 juta saham.
Secara total, saham yang diambil Nadia dan Laila sama persis dengan jumlah saham yang dilepas Achmad Kalla, yakni 269,23 juta lembar.
Dokumen yang disampaikan kepada OJK menunjukkan seluruh transaksi dilakukan secara langsung pada tanggal yang sama dan dikategorikan sebagai aktivitas investasi.
Meski kepemilikan Nadia Achmad dan Laila Achmad meningkat signifikan, keduanya belum tercatat sebagai pemegang saham pengendali perseroan.
Sementara itu, porsi kepemilikan Achmad Kalla setelah transaksi juga tidak lagi masuk kategori pengendali berdasarkan laporan terbaru kepada regulator.
Aksi korporasi ini menjadi salah satu transaksi perubahan kepemilikan terbesar di saham BUKK sepanjang tahun 2026, dengan seluruh transaksi berlangsung di harga Rp725 per saham.

