BREAKINGNEWS

Emiten Happy Hapsoro, SINI Siap Right Issue untuk Akuisisi Tambang

Emiten Happy Hapsoro, SINI Siap Right Issue untuk Akuisisi Tambang
Ilustrasi PT Singaraja Putra Tbk (SINI). (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Emiten yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, yakni PT Singaraja Putra Tbk (SINI), tengah menyiapkan langkah ekspansi besar melalui aksi right issue. Dana yang dihimpun dari aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan tambang batu bara sekaligus memperkuat kondisi keuangan perseroan.

Direktur Utama SINI, Amir Antolis, menjelaskan bahwa sebagian besar dana right issue akan dialokasikan untuk mengakuisisi PT Kemilau Mulia Sakti, perusahaan holding yang memiliki sejumlah anak usaha di sektor pertambangan batu bara.

Nilai akuisisi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1,7 triliun. KMS sendiri saat ini merupakan anak usaha milik PT Petrosea Tbk.

“Dana hasil right issue akan digunakan untuk mengakuisisi KMS yang bergerak di sektor pertambangan batu bara dengan nilai sekitar Rp1,7 triliun,” ujar Amir dalam keterangan resminya, seperti diberitakan Sabtu (30/5/2026).

Selain untuk ekspansi, SINI juga berencana menggunakan sekitar Rp900 miliar dari hasil right issue guna melunasi fasilitas pinjaman bank. Sedangkan dana yang tersisa akan dimanfaatkan sebagai tambahan modal kerja untuk mendukung operasional perusahaan.

Amir menilai langkah ini akan memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan fleksibilitas keuangan perseroan ke depan.

Target Berbalik Untung Rp200 Miliar

Setelah mencatat rugi bersih sekitar Rp41 miliar sebelumnya, SINI optimistis dapat membalikkan keadaan dan membukukan laba bersih sekitar Rp200 miliar pada 2026.

Keyakinan tersebut didukung oleh kontribusi bisnis batu bara yang terus meningkat. Sepanjang 2025, segmen batu bara tercatat menyumbang pendapatan sekitar Rp190 miliar bagi perseroan.

Di sisi operasional, SINI membidik volume penjualan batu bara sebesar 2 juta hingga 3 juta ton pada 2026. Produksi tersebut akan berasal dari tiga wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki perusahaan.

Menurut Amir, peningkatan produksi akan ditopang oleh bertambahnya jumlah tambang yang beroperasi.

“Pada 2025 kami sudah mulai mengoperasikan satu perusahaan tambang, yaitu PKP. Kemudian pada 2026 kami berencana membuka satu tambang lagi, yakni PBC, sehingga produksi diperkirakan meningkat,” jelasnya.

Dengan akuisisi baru, pengurangan beban utang, dan peningkatan kapasitas produksi batu bara, SINI berharap dapat mempercepat pertumbuhan bisnis sekaligus memperbaiki kinerja keuangan dalam beberapa tahun ke depan.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

SINI Siap Right Issue untuk Akuisisi Tambang | Monitor Indonesia