Jakarta, MI - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyentuh Rp17.881 per USD pada Jumat (29/5/2026). Pencapaian itu merupakan rekor terendah dalam sepanjang sejarah Indonesia.
Dengan adanya nilai tukar rupiah yang hampir menyentuh Rp18.000 per USD, membuat Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan resminya.
Purbaya optimistis tekanan terhadap mata uang Indonesia hanya bersifat sementara. Pemerintah memperkirakan kondisi rupiah akan berangsur membaik dalam beberapa bulan ke depan seiring meredanya ketidakpastian global.
Meski demikian, Purbaya menilai ada sejumlah faktor yang dapat membantu pemulihan nilai tukar ke depan.
"Salah satunya adalah potensi membaiknya kondisi geopolitik dunia, terutama terkait perkembangan hubungan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel yang dinilai mulai menunjukkan arah yang lebih positif," kata dia di Jakarta, seperti diberitakan Senin (1/6/2026).
Menurut Purbaya, jika ketegangan global mereda dalam dua hingga tiga bulan mendatang, sentimen pasar keuangan juga akan membaik. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kembali minat investor untuk menempatkan dana di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa masuknya kembali aliran modal asing dapat membantu memperkuat pasar keuangan domestik sekaligus memberikan dukungan terhadap stabilitas rupiah.
Di sisi lain, pemerintah terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga kondisi sektor keuangan tetap stabil. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjaga pasar obligasi Indonesia tetap menarik bagi investor agar tidak terjadi arus keluar dana asing dalam jumlah besar.
"Kami terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan pasar obligasi, sehingga tekanan terhadap rupiah dapat diminimalkan," kata Purbaya.
Lanjut dia mengatakan, stabilitas pasar obligasi sangat penting karena keluarnya investor asing dari instrumen tersebut dapat memperbesar tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Meski tantangan masih cukup besar, pemerintah yakin kombinasi antara membaiknya kondisi global dan langkah-langkah stabilisasi di dalam negeri akan membantu mengembalikan kepercayaan pasar.
Purbaya pun berharap rupiah dapat kembali bergerak lebih stabil dalam beberapa bulan mendatang seiring membaiknya sentimen global dan terjaganya kondisi ekonomi domestik.

