Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak terbatas atau sideways pada perdagangan Selasa (2/6/2026), setelah pada akhir pekan lalu ditutup melemah tipis 0,05% ke level 6.127,3.
Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas menilai tekanan dari penyesuaian indeks MSCI tidak memberikan dampak sebesar yang dikhawatirkan pasar. Meski sejumlah saham mengalami aksi jual karena keluar dari indeks MSCI, beberapa saham justru mampu mencatat kenaikan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar kemungkinan sudah mengantisipasi proses rebalancing MSCI jauh sebelum pelaksanaannya.
Sentimen positif juga datang dari pergerakan bursa Asia yang mayoritas menguat, didorong oleh reli saham-saham teknologi di Wall Street.
Penguatan ini terjadi meski pasar masih mencermati meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain itu, penurunan harga minyak mentah dunia turut menjadi katalis positif bagi pasar saham. Namun di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah masih menjadi perhatian investor setelah menyentuh level terendah di Rp17.881 per dolar AS pada perdagangan Jumat lalu.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas melihat indikator Stochastic RSI mulai menunjukkan arah pemulihan, sementara histogram MACD negatif terus menyempit. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual mulai berkurang.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.000 hingga 6.300 dalam jangka pendek.
Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami koreksi lanjutan dengan area support terdekat di level 5.899.
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang layak dicermati pelaku pasar, yakni DEWA, UNTR, UNVR, dan NCKL.

