BREAKINGNEWS

IHSG Ambruk 4,11% ke Level 5.941 akibat Tekanan Rupiah

IHSG Ambruk 4,11% ke Level 5.941 akibat Tekanan Rupiah
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (3/6/2026) dengan penurunan tajam sebesar 4,11% ke level 5.941,07. Tekanan jual yang masif pada saham-saham unggulan membuat indeks sempat merosot lebih dari 5% pada sesi intraday sebelum akhirnya memangkas sebagian kerugian menjelang penutupan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat menyentuh titik terendah di level 5.842, jauh di bawah posisi penutupan sebelumnya yang berada di 6.195,43. Meski sempat rebound, indeks tetap berakhir di zona merah.

Pelemahan pasar terjadi di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta sentimen negatif setelah Moody’s Ratings memberikan outlook negatif kepada Danantara Investment Management (DIM).

Mayoritas saham di BEI ditutup melemah. Tercatat sebanyak 726 saham turun, 75 saham naik, dan 158 saham bergerak stagnan. 

Aktivitas perdagangan juga cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp25,19 triliun, volume 36,26 miliar saham, serta frekuensi transaksi sebanyak 2,72 juta kali.

Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi penyebab utama pelemahan IHSG. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 5,15% ke level Rp5.525 per saham, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang melemah 4,61% ke posisi Rp2.900 per saham dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 2,88% ke level Rp4.050 per saham.

Tekanan juga terjadi pada sejumlah saham nonperbankan. PT Chandra Asri Pacific Rbk (TPIA) anjlok 15%, PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) turun 14,97%, dan PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) melemah 14,94%.

Kombinasi pelemahan rupiah, sentimen eksternal, dan aksi jual pada saham-saham unggulan membuat pasar saham domestik mengalami salah satu koreksi terdalam dalam beberapa waktu terakhir.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

IHSG Ambruk 4,11% ke Level 5.941 akibat Tekanan Rupiah | Monitor Indonesia