Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Kamis (4/6/2026), setelah sehari sebelumnya anjlok 4,11% atau turun 254,36 poin ke level 5.941,07.
Menurut riset MNC Sekuritas, pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam tren penurunan yang belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah secara signifikan.
"IHSG masih bergerak dalam fase downtrend sebagaimana telah kami sampaikan dalam analisis sebelumnya," tulis riset dari MNC Sekuritas.
Pelemahan indeks dipengaruhi oleh kombinasi sentimen domestik dan global. Dari dalam negeri, tekanan datang dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Selain itu, saham-saham konglomerasi yang sebelumnya menjadi penopang kenaikan pasar dalam dua hari terakhir justru mengalami aksi ambil untung dan berbalik melemah.
Sentimen lain yang turut membebani pasar adalah outlook negatif yang diberikan lembaga pemeringkat terhadap Danantara, sehingga menambah kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar keuangan domestik.
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dengan area support berada di level 5.884 dan resistance di kisaran 5.967.
Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati pergerakan rupiah, perkembangan sentimen global, serta pandangan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.
Sementara itu, sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati dalam perdagangan jangka pendek antara lain AADI dengan rentang harga Rp8.500–Rp9.125 per saham, BMRI di kisaran Rp4.220–Rp4.320 per saham, serta MEDC pada area Rp1.340–Rp1.430 per saham.

