BREAKINGNEWS

BEI Pantau 7 Saham, APIC hingga RMKO Jadi Sorotan

BEI Pantau 7 Saham, APIC hingga RMKO Jadi Sorotan
Main hall Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan tujuh saham yang terindikasi mengalami Unusual Market Activity (UMA) atau aktivitas perdagangan tidak wajar. 

Ketujuh saham tersebut adalah PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA), dan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH).

Pada perdagangan terbaru, saham APIC mencatat penurunan paling tajam dengan merosot 14,88% atau 90 poin ke level Rp515 dan menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB). Sedangkan saham RMKO melemah 5,04% menjadi Rp264, IFSH turun 2,18% ke Rp1.120, dan TRIN terkoreksi 1,81% ke posisi Rp326.

Di sisi lain, saham RISE, MGNA, dan WGSH tidak mengalami perubahan harga. RISE bertahan di level Rp850, MGNA di Rp76, dan WGSH di Rp156 per saham.

Pelaksana Harian Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan menegaskan  status UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran aturan di pasar modal.

Menurutnya, BEI saat ini hanya sedang memantau dan menganalisis pola transaksi yang terjadi pada saham-saham tersebut guna memastikan aktivitas perdagangan berlangsung secara wajar.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity pada saham tersebut, Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksinya. Karena itu, investor diharapkan memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi yang disampaikan Bursa," ujar Endra dalam keterangan resminya, Jumat (5/6/2026).

BEI juga mengingatkan investor untuk lebih cermat dalam mengambil keputusan investasi dengan memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan tercatat, menelaah kinerja emiten, serta mencermati setiap aksi korporasi yang masih menunggu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Adapun informasi terbaru dari masing-masing emiten per 3 Juni 2026 antara lain terkait pencatatan saham MGNA, rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (private placement) oleh WGSH, klarifikasi atas volatilitas saham RISE dan TRIN, laporan registrasi pemegang saham IFSH, serta penyampaian bukti iklan pemanggilan RUPS oleh APIC dan RMKO.

Dengan masuknya tujuh saham tersebut ke dalam radar UMA, pelaku pasar diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan risiko investasi secara matang sebelum melakukan transaksi.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

BEI Pantau 7 Saham, APIC hingga RMKO Jadi Sorotan | Monitor Indonesia