Jakarta, MI - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah masih akan memantau pelaksanaan kebijakan terbaru mengenai Devisa Hasil Ekspor (DHE) sebelum mengambil keputusan atau melakukan penyesuaian lebih lanjut.
Menurutnya, kebijakan tersebut masih terlalu baru untuk dinilai dampaknya terhadap dunia usaha.
Purbaya mengatakan implementasi aturan DHE baru berjalan beberapa hari, sehingga pemerintah belum memiliki cukup data untuk mengukur efektivitas maupun pengaruhnya terhadap aktivitas para eksportir.
"Kita lihat dulu. Kebijakan ini baru berjalan sekitar tiga hari, jadi dampaknya belum terlihat. Nanti kita evaluasi lagi dalam satu bulan ke depan," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Purbaya, pemerintah ingin memastikan kebijakan tersebut mampu mencapai tujuan memperkuat cadangan devisa nasional tanpa menimbulkan hambatan yang berlebihan bagi pelaku usaha.
Ia mengakui salah satu poin yang banyak mendapat perhatian dari eksportir adalah kewajiban menempatkan dana DHE dalam jangka waktu tertentu. Namun, pemerintah memilih menunggu hasil implementasi sebelum memberikan penilaian lebih jauh.
"Memang ada yang menyoroti kewajiban penempatan dana dalam jangka waktu satu tahun. Tetapi kita lihat dulu perkembangannya. Jika devisa masuk lebih banyak ke dalam negeri, dana tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi," jelasnya.
Siap Terima Masukan Pelaku Usaha
Purbaya memastikan pemerintah terbuka terhadap masukan dari kalangan dunia usaha apabila dalam pelaksanaannya ditemukan kendala yang berpotensi mengganggu kegiatan ekspor maupun investasi.
Menurutnya, setiap persoalan yang muncul akan dibahas bersama para pemangku kepentingan untuk mencari solusi yang paling tepat.
"Kalau memang ada hal yang dinilai mengganggu kegiatan usaha, tentu akan kita diskusikan bersama. Pemerintah akan mencari kebijakan yang terbaik, baik untuk perekonomian nasional maupun untuk memperkuat cadangan devisa negara," katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan pemerintah masih berada dalam tahap evaluasi awal terhadap kebijakan DHE. Fokus utama saat ini adalah menjaga keseimbangan antara kebutuhan memperkuat pasokan devisa dalam negeri dan menjaga iklim usaha tetap kondusif.
Dengan pemantauan yang terus dilakukan, pemerintah berharap kebijakan DHE dapat mendukung stabilitas ekonomi dan ketahanan eksternal Indonesia tanpa membebani aktivitas pelaku usaha, khususnya sektor ekspor.

